Family Office Usulan Luhut Berpotensi Jadi Sarang Pencucian Uang

Luhut penasihat prabowo Family Office Usulan Luhut
Luhut penasihat prabowo. (instagram/luhut.pandjaitan)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira meminta pemerintah mempertimbangkan ulang memberi izin family office di Indonesia yang diusulkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Bhima mengatakan, family office berpotensi menjadikan Indonesia sebagai surga pajak dan tempat pencucian uang.

“Membuka peluang masuknya family offices dan menjadikan surga pajak perlu dipertimbangkan secara mendalam. Apakah indonesia cuma dijadikan sebagai suaka pajak dan tempat pencucian uang misalnya?” kata Bhima, Rabu(2/7/2024).

Ia juga menilai, pembentukan family office seperti langkah mundur dalam mendorong pajak kekayaan atau wealth tax untuk diterapkan di Indonesia.

Menurut survei Earth4All, kata dia, 86% masyarakat Indonesia mendukung pemberlakuan pajak kekayaan.

“Bahkan di antara negara G20 lain, dukungan responden soal pajak kekayaan di Indonesia tertinggi,” katanya.

Sementara itu, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan menilai rencana pembentukan family office memang bisa meningkatkan cadangan devisa di Indonesia.

Namun, ia menduga program ini sebenarnya menjadi salah satu gambaran bahwa program tax amnesty yang pernah dilakukan pemerintah gagal.

“Sebenarnya program ini bisa jadi menjadi salah satu gambaran gimana tax amnesty yang kita lakukan pada 2016 tidak berhasil,” kata dia.

BACA JUGA: Perburuk Ekonomi, Pengamat: Pemerintah Sebaiknya Jangan Naikan Harga BBM Subsidi

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan mencegah family office di Indonesia dipakai untuk pencucian uang.

Luhut mengatakan, akan mengeksekusi rencana pembentukan organisasi tersebut dengan cermat.

“Ini sekarang kita garap dengan cermat, tapi kita menghindari pencucian uang,” kata Luhut dalam video yang diunggah di akun Instagram-nya.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026