Dualisme PPP Berakhir, Ini Alasan Agus Suparmanto Legowo pada Mardiono

ppp mardiono agus suparmanto (2)
(Instagram/mardiono)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Polemik dualisme pada internal  Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang melibatkan kubu Mardiono dan Agus Suparmanto, kini berakhir dengan damai.

Kesepakatan itu, ditandai dengan penetapan Muhamad Mardiono sebagai Ketua Umum, didampingi oleh Agus sebagai Wakil Ketua Umum partai berlambang Ka’bah itu.

Kemudian, adapun  posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Taj Yasin, dan jabatan Bendahara Umum diisi oleh Fauzan Amir Uskara.

Terkait struktur PPP terbaru, Agus Suparmanto meminta pada seluruh pihak untuk mengikhlaskan perbedaan yang terjadi di masa lalu.

Ia menilai, perbedaan sudut pandang adalah hal yang lumrah, dan kunci untuk melangkah bersama adalah dengan saling memaafkan.

“Jadi ini adalah bentuk rekonsiliasi. Jadi memang terjadi perbedaan itu biasa dalam umat Islam. Kita juga harus saling memaafkan, Allah saja memaafkan kita semua dan sebagai manusia harus demikian,” kata Agus usai jumpa pers di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (6/10/2025).

BACA JUGA:

Kubu Agus Suparmanto Tuding Pemerintah Campuri Pengesahan SK PPP Mardiono

Kubu Agus Suparmanto Dipersilahkan Gugat ke PTUN, Ini Alasan Menkum Sahkan SK PPP Mardiono

Agus menekankan bahwa rekonsiliasi antara pihaknya dengan kubu Mardiono merupakan suatu proses yang telah berjalan. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tidak ada lagi pengelompokan berdasarkan kubu, melainkan seluruh elemen partai kini bersatu. Ia juga memastikan tidak akan ada langkah hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait kepengurusan partai.

“Kenapa tidak harus PTUN? Kita ini bisa musyawarah, inilah bentuk bagian bagaimana kita harus musyawarah. Kalau musyawarah tidak tercapai, itu hal lain. Tapi saya rasa ini musyawarah sudah terjadi, sudah cukup, ya kita enggak usah teruskan hal-hal lain (termasuk ke PTUN),” tegas Agus.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa setelah kesepakatan damai ini, langkah selanjutnya adalah membahas struktur formatur partai. Menurutnya, PPP sebagai partai besar memiliki banyak posisi penting yang perlu diatur secara rinci di luar struktur utama seperti ketua umum dan jajaran inti lainnya.

“Jadi kita harus bahas satu persatu bagaimana rekonsiliasi ini. Kan ini masih ada proses lagi, jadi belum selesai di sini. Artinya proses teknisnya,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026