Daftar Negara yang Bisa Melintasi Selat Hormuz, Iran Beri Izin Indonesia?

Selat Hormuz
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berdampak langsung pada salah satu jalur energi paling vital dunia, Selat Hormuz. Meski sempat diperketat, Iran tidak sepenuhnya menutup jalur tersebut, melainkan membuka akses secara selektif bagi sejumlah negara.

Kebijakan ini menciptakan dinamika baru dalam perdagangan energi global, sekaligus memunculkan pertanyaan besar tentang siapa yang diuntungkan dan siapa yang tertinggal.

Jalur Vital Energi Dunia Tertekan

Selat Hormuz merupakan penghubung utama antara Teluk Persia dan pasar global. Sebagian besar distribusi minyak dan gas dunia melewati jalur sempit ini, menjadikannya titik krusial dalam stabilitas ekonomi global.

Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada pasar energi. Harga minyak mentah Brent bahkan sempat melonjak hingga 2,5 persen ke level US$105,70 per barel pada 16 Maret 2026, dan naik lebih dari 40 persen sejak konflik pecah.

Situasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya rantai pasok energi dunia ketika jalur strategis seperti Hormuz berada dalam tekanan militer.

Iran Buka Akses Terbatas

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, mengungkapkan bahwa beberapa negara telah menjalin komunikasi dengan Teheran untuk mendapatkan jalur aman.

“Beberapa negara telah berbicara kepada kami tentang pembangunan jalan melalui selat tersebut dan kami telah bekerja sama dengan mereka,” ujarnya.

Namun, akses tersebut tidak diberikan secara bebas. Iran menetapkan batasan ketat, terutama bagi negara yang dinilai mendapatkan keuntungan dari konflik atau berpihak pada lawannya.

Sebelumnya, ancaman penutupan total sempat dilontarkan oleh penasihat Garda Revolusi Iran, Ebrahim Jabari, yang menegaskan bahwa kapal yang melintas tanpa izin berpotensi menghadapi tindakan militer.

Negara yang Bisa Melintasi Selat Hormuz

Sejumlah negara dilaporkan telah berhasil atau sedang dalam proses mendapatkan akses melintasi Selat Hormuz. Di antaranya Pakistan, India, Turki, hingga China yang tengah melakukan negosiasi intensif.

Selain itu, negara Eropa seperti Perancis dan Italia juga disebut membuka jalur diplomasi untuk memperoleh izin serupa.

Kapal tanker dari negara-negara tersebut sebagian telah berhasil melintas, meskipun melalui proses seleksi dan pengawasan ketat dari otoritas Iran.

Sebaliknya, kapal berbendera Amerika Serikat dipastikan tidak termasuk dalam daftar yang diizinkan.

Indonesia Belum Dapat Akses

Di tengah kabar yang beredar, Indonesia dipastikan belum memperoleh izin melintas di jalur tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh perwakilan PT Pertamina International Shipping.

Empat kapal milik Indonesia saat ini berada di kawasan Timur Tengah, namun tidak berada dalam jalur aktif Selat Hormuz. Dua di antaranya bahkan telah menjauh dari area konflik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di luar skema akses selektif yang diterapkan Iran.

Baca Juga:

Perang Iran vs AS-Israel Hantam Wisata Indonesia, Potensi Rugi Rp184 M per Hari!

WNA Overstay di Bali Dapat Izin Tinggal Darurat Imbas Perang Iran-AS-Irael

Kebijakan Iran membuka Selat Hormuz secara selektif menegaskan bahwa jalur ini bukan sekadar rute perdagangan, melainkan alat geopolitik yang strategis.

Negara yang memiliki hubungan diplomatik baik dengan Iran cenderung mendapatkan prioritas, sementara yang berada di sisi berseberangan harus menghadapi pembatasan ketat.

Di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda, Selat Hormuz kini menjadi simbol bagaimana jalur ekonomi global dapat berubah menjadi instrumen tekanan politik yang menentukan arah stabilitas dunia.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian