Cegah Korupsi Sejak Dini, 16 Ribu ASN Pemkot Bandung Wajib Jalani Program PADI dari KPK

Bandung Luncurkan Program PADI, 16 Ribu ASN Wajib Ikuti Pendidikan Antikorupsi
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meluncurkan program Pengetahuan Antikorupsi Dasar dan Integritas (PADI). Program ini mewajibkan sekitar 16.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung mengikuti pendidikan antikorupsi secara berkala.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa program PADI merupakan langkah strategis untuk memperkuat integritas birokrasi. Hal ini juga sejalan dengan visi Kota Bandung 2025–2030 yakni Bandung Utama, Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.

“Amanah berarti menjaga integritas. Seluruh ASN harus memulai dari titik yang sama, dengan pemahaman yang sama, sejalan, dan seirama. Harapannya, Pemkot Bandung benar-benar amanah dan bebas dari praktik korupsi,” kata Farhan, Senin (22/9/2025).

Pelaksanaan program dilakukan bertahap. Dinas Pendidikan (Disdik) akan menjadi peserta terbesar dengan sekitar 8.000 guru TK, SD, dan SMP. Disusul Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan lebih dari 1.700 tenaga kesehatan. Setelah itu, pelatihan akan menjangkau seluruh perangkat daerah hingga ke kecamatan dan kelurahan.

Farhan juga menekankan, pencegahan korupsi adalah investasi jangka panjang bagi Kota Bandung.

“ASN harus ingat, pelanggaran korupsi tidak berhenti saat pensiun. Hukuman bisa mengejar hingga belasan tahun setelah berhenti bekerja. Karena itu, lebih baik menjaga integritas sejak dini,” tegasnya.

Baca Juga:

Pemkot Bandung dan KPK Kolaborasi Sosialisasikan Budaya Antigratifikasi

Sementara itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menambahkan bahwa Bandung dipilih sebagai proyek percontohan nasional penerapan PADI di tingkat pemerintah daerah. Konten e-learning pendidikan antikorupsi ini disusun oleh KPK dan disesuaikan dengan kebutuhan Pemkot Bandung.

“Setiap ASN wajib lulus pendidikan antikorupsi ini. Minimal setahun sekali mereka mendapat refreshment lewat e-learning. Ke depan, bisa jadi ini menjadi prasyarat sebelum memulai tahun kerja, sehingga pemahaman terus diperbarui dan tidak berhenti hanya sekali belajar,” ujar Wawan.

Dalam program PADI, ASN akan mempelajari dasar-dasar antikorupsi, bentuk-bentuk penyimpangan, hingga langkah praktis pencegahan. Dengan demikian, setiap ASN memiliki pemahaman yang sama, baik di level pimpinan maupun staf, demi mewujudkan birokrasi yang bersih dan berintegritas.

(Kyy/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Haul Akbar Pesantren Cipasung
Ribuan Alumni Siap Hadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara