Beromzet Miliaran, Dua Narapidana Kendalikan Produksi dan Peredaran Narkoba

Dua Narapidana Kendalikan Produksi dan Peredaran Narkoba
Ilustrasi-Dua Narapidana Kendalikan Produksi dan Peredaran Narkoba (pexels/rdne stock rodject)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Marthinus Hukom mengatakan, dua narapidana Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang mengendalikan produksi dan peredaran narkotika jenis PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol). Peredaran narkotika yang dilakukan beromzet Rp1,95 miliar.

Dua narapidana itu adalah Beny Setiawan dan Faisal. Mereka merupakan rekan satu sel di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang.

Dalam menjalankan bisnis ilegalnya, sambung Marthinus, kedua narapidana tersebut memiliki peran berbeda. Beny merupakan pemilik rumah mewah di Kompleks Purna Bakti, RT14/RW01, Lingkungan Gurugui, Lialang, Taktakan, Kota Serang, Banten.

“Rumah mewah itu digunakan sebagai tempat produksi PCC. Bahkan, Beny mendapat bantuan istri, anak dan menantunya serta sejumlah anak buah untuk memproduksi narkotika jenis PCC menggunakan sejumlah peralatan,” ujarnya mengutip laporan Radio Republik Indonesia.

Beny sendiri masih memiliki kendali penuh atas produksi melalui seorang anak buahnya bernama Jafar yang berperan sebagai penjaga rumah, sekaligus peracik pil narkotika jenis PCC. Secara berkala, Jafar rutin mengunjungi Beny di Lapas Kelas II Pemuda Tangerang saat jam kunjungan untuk membahas produksi PCC, dan pengiriman ke berbagai wilayah.

“Dalam mengatur bisnisnya, Beny yang berada di dalam penjara mengaku menjalin komunikasi dengan anak buahnya bernama Jafar sebanyak 2-3 kali dalam satu bulan,” ujarnya. Sementara Faisal yang memiliki bisnis usaha ekspedisi, lanjutnya, berperan dalam distribusi narkotika.

BACA JUGA:BNN Gerebek Rumah Produksi Narkoba, RT Setempat: Bukti 2 Ton Ekstasi

Pemufakatan jahat antara keduanya sudah menghasilkan transaksi 55 koli pil PCC dengan kisaran harga mencapai Rp1,95 miliar. Marthinus mengaku, ulah keduanya berhasil dihentikan ketika BNN melakukan penggerebekan rumah mewah milik Benny.

“Dari bisnis gelap narkotika ini, Beny memiliki aset kurang lebih Rp10 miliar, terdiri dari dua rumah, empat mobil dan aset properti lain,” kata Marthinus. Atas perbuatannya Beny beserta keluarga, Faisal, serta pihak yang membantunya sudah ditetapkan tersangka dengan barang bukti sebanyak 971.000 butir pil PCC.

Mereka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009.

 

(Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City