BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Aktris Yuki Kato baru-baru ini menyelesaikan syuting serial Still Single yang mulai tayang di Vision+ pada Jumat (17/10/2025).
Yuki mengungkap dirinya mengidap masalah tulang belakang atau skoliosis yang sempat ia rasakan waktu menjalani proses syuting series Still Single.
Dia mengaku perannya sebagai Maya membuatnya lupa kebiasaan-kebiasaan yang tidak boleh dilakukan karena skoliosis. Namun Yuki menganggap ini tidak terlalu serius karena ia bisa kembali memperbaiki postur tubuhnya bersama coach pilatesnya.
Bagaimana Perawatan Skoliosis
Skoliosis adalah kurva dari sisi ke sisi pada tulang belakang. Penyakit ini biasanya ringan dan tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan sakit punggung dan postur tubuh yang tidak normal.
Medis paling sering mendiagnosis kondisi ini selama masa remaja dan memberikan. Skoliosis adalah kelengkungan abnormal dari sisi ke sisi tulang belakang.
Tulang belakang secara alami memiliki sedikit kurva maju dan mundur. Dengan skoliosis, tulang belakang melengkung ke kiri dan ke kanan menjadi bentuk C atau S.
Sebagian besar kasus skoliosis ringan, tidak menimbulkan gejala dan tidak memerlukan perawatan. Namun kasus yang parah dapat menyebabkan postur tubuh yang tidak merata dan rasa sakit.
Melansir Cleveland Clinic, skoliosis dialami sekitar 2% orang di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, ini sama dengan lebih dari 6 juta orang.
Skoliosis biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi bisa timbul beberapa hal seperti sakit punggung, sulit berdiri tegak, kelemahan otot inti, hingga nyeri kaki.
Ciri orang yang memiliki bentuk tulang skoliosis, biasanya tampak dari bahu yang tidak rata, tulang belikat yang mencuat, pinggang tidak rata, dan terus bersandar ke satu sisi.
Skoliosis dapat memengaruhi bagian mana pun dari tulang belakang. Biasanya pada remaja, sebagian besar kasus terjadi di area tulang belakang dada (tulang rusuk).
Baca Juga:
Penyebab skoliosis bervariasi tergantung pada jenisnya. Bisa jadi karena perubahan genetik, cedera tulang belakang, hingga tumor di tulang belakang.
Pengobatan untuk skoliosis pun tidak diperlukan untuk semua kasus. Biasanya ada perawatan yang bisa dilakukan untuk skoliosis yang berfokus pada menghilangkan gejala dan tidak harus meluruskan kurva.
Tujuannya adalah untuk mengurangi gejala dan perkembangan kurva dan meningkatkan fungsi tulang belakang. Pengidap skoliosis bisa melakukan terapi dengan penyedia layanan kesehatan secara teratur (biasanya setiap enam bulan) untuk memantau tingkat kurva.
Selain itu bisa dengan berolahraga untuk memperkuat otot inti dan meningkatkan fleksibilitas. Kamu juga bisa memakai penyangga punggung untuk menopang tulang belakang.
(Anisa Kholifatul Jannah)










