Daftar 4 Kelompok Orang yang Jangan Minum Air Rebusan Daun Salam

Air rebusan daun salam
Daun salam. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Air rebusan daun salam terkenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, tidak semua orang boleh mengonsumsi air rebusan daun salam secara sembarangan.

Beberapa kelompok tertentu disarankan untuk menghindari konsumsi daun salam agar tidak mengalami efek samping yang berbahaya.

Kelompok Orang yang Sebaiknya Menghindari Air Rebusan Daun Salam

1. Pengguna Obat Penenang

Menurut Cleveland Clinic, obat penenang termasuk dalam golongan obat resep yang digunakan untuk memperlambat aktivitas sistem saraf pusat. Obat ini biasanya diberikan kepada penderita kecemasan, insomnia, atau sebagai anestesi dalam prosedur medis.

WebMD melaporkan bahwa konsumsi air rebusan daun salam dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan kantuk serta memperlambat pernapasan.

Jika dikombinasikan dengan obat penenang, efek ini bisa semakin meningkat dan berisiko menimbulkan gangguan pernapasan serta kantuk berlebihan.

2. Penderita Diabetes yang Mengonsumsi Obat

Stylecraze menyebutkan bahwa daun salam berpotensi menurunkan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes tipe 2. Namun, ketika dikonsumsi bersamaan dengan obat diabetes, efeknya bisa menyebabkan gula darah turun secara drastis hingga berada di bawah batas normal.

Kondisi ini terkenal sebagai hipoglikemia dan dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penderita diabetes yang ingin mengonsumsi daun salam sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan dosis yang aman.

3. Pasien yang Akan Menjalani Operasi

Sebelum menjalani operasi, pasien disarankan untuk menghentikan konsumsi air ini. Daun salam dapat memperlambat sistem saraf pusat, yang berpotensi mengganggu efek anestesi selama pembedahan.

Agar prosedur operasi berjalan dengan aman, pasien sebaiknya berhenti mengonsumsi daun salam setidaknya dua minggu sebelum jadwal operasi. Konsultasi dengan dokter juga diperlukan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

4. Pengguna Obat Pereda Nyeri

Menurut RX List, beberapa jenis obat pereda nyeri dipecah oleh tubuh sebelum bekerja secara efektif. Sementara itu, air rebusan tersebut memiliki efek memperlambat proses ini.

Akibatnya, efektivitas obat pereda nyeri bisa berkurang atau justru menimbulkan efek samping yang lebih kuat. Jika sedang mengonsumsi obat pereda nyeri, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi daun salam.

BACA JUGA: Ternyata Ini Fungsi Daun Salam pada Masakan!

Jika anda termasuk dalam salah satu kelompok di atas, sebaiknya lebih berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi air rebusan tersebut demi encegah efek samping berbahaya.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City