BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, masyarakat Indonesia kerap meningkatkan aktivitas belanja dan transaksi digital. Namun, periode ini juga dimanfaatkan para penjahat siber dengan berbagai modus, mulai dari phishing hingga penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti deepfake.
Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, menekankan pentingnya keamanan identitas digital. “Dengan rata-rata 874 laporan penipuan setiap hari, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode pengamanan tradisional yang mudah dibobol seperti OTP berbasis SMS,” ujar Niki.
Baca Juga:
KAI Pastikan Kenyamanan dan Keselamatan Perjalanan Kereta Api untuk Libur Nataru
Berikut beberapa tips aman agar pengguna terhindar dari penipuan daring selama liburan:
- Hindari Wi-Fi Publik untuk Transaksi
Jaringan publik rawan disadap, hindari penggunaannya untuk perbankan atau belanja online. - Verifikasi Permintaan Darurat
Jika menerima panggilan atau pesan mendesak, hubungi kembali nomor resmi yang sudah dikenal. Jangan langsung percaya suara atau pesan yang terdengar familiar. - Waspada Tekanan Urgensi
Penipu sering menciptakan ancaman waktu seperti “akun akan diblokir” atau “promo terbatas”. Selalu cek ulang melalui kanal resmi. - Periksa Detail Transfer
Pastikan nama penerima, nomor rekening, dan nominal sebelum memproses transfer dana. - Gunakan Autentikasi Biometrik
Beralih dari OTP SMS ke autentikasi biometrik (sidik jari, wajah) yang lebih aman dan sulit ditiru teknologi deepfake.
Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Badan Siber dan Sandi Negara sebelumnya juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan daring, khususnya yang memanfaatkan identitas digital pengguna.
(Budis)









