JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Di tengah maraknya pemblokiran, situs film ilegal seperti LK21 dan IndoXXI tetap menjamur dan terus diburu pengguna internet.
Iming-iming akses gratis tanpa biaya langganan menjadi daya tarik utama. Namun di balik kemudahan tersebut, tersembunyi ancaman serius terhadap keamanan data dan finansial.
Alih-alih berhemat, pengguna justru berpotensi menjadi target empuk kejahatan siber yang terorganisir.
Kronologi: Dari Klik Download ke Rekening Terkuras
Kasus terbaru viral di media sosial setelah dibagikan akun TikTok TikTok oleh pengguna bernama Mr Bert.
Korban awalnya hanya ingin mengunduh film dari situs ilegal yang ditemukan melalui mesin pencarian.
Namun petaka dimulai saat ia mengeklik tombol “Download” yang ternyata palsu. Ia kemudian diarahkan ke halaman login yang menyerupai akun Google Account.
Tanpa curiga, korban memasukkan data login demi mendapatkan akses unduhan.
Peretasan Dimulai dari Akses Login
Mr Bert memperingatkan bahwa langkah tersebut sangat berbahaya karena memberikan akses penuh kepada pelaku.
“Saat kalian mengisi itu, artinya kalian sudah mengizinkan website tersebut mengobok-obok isi Google kalian,” tegasnya, dikutip, Senin (5/4/2026).
Dari titik ini, pelaku dapat mengakses berbagai data penting, termasuk email, aplikasi perbankan, hingga autentikasi transaksi.
Rp890 Juta Raib dalam Hitungan Jam
Tak lama setelah login dilakukan, korban mulai menerima notifikasi transaksi mencurigakan.
Dalam waktu singkat, dana di rekeningnya terkuras secara bertahap. Setiap transaksi mencapai sekitar Rp100 juta hingga total kerugian menyentuh Rp890 juta dalam satu hari.
Skema ini menunjukkan bagaimana serangan phishing mampu membobol sistem keamanan hanya dalam satu celah kecil: kelengahan pengguna.
Baca Juga:
Apple Resmi Hentikan Produksi Mac Pro Setelah 20 Tahun Berjaya
Bos OnlyFans Meninggal Dunia, Tinggalkan Kekayaan Fantastis!
Modus Phishing Kian Canggih
Kasus ini mempertegas bahwa situs ilegal bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menjadi ladang subur bagi praktik phishing dan pencurian data.
Tampilan halaman palsu kini dibuat sangat menyerupai layanan resmi, sehingga sulit dibedakan oleh pengguna awam.
Pengguna internet diimbau untuk tidak tergiur akses gratis dari situs ilegal. Selain berisiko hukum, ancaman kehilangan data dan uang jauh lebih besar.
Gunakan platform resmi yang memiliki sistem keamanan jelas dan hindari memasukkan data sensitif di situs yang tidak terpercaya.
(Dist)










