Waspada! Ini Dampak Sound Horeg Bagi Kesehatan

sound horeg-1
(Ilustrasi Teropong Media)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID —  Sound horeg adalah perangkat pengeras suara berukuran besar yang biasanya dipasang di atas truk dan menghasilkan dentuman bass yang sangat keras hingga membuat lingkungan sekitar bergetar.

Umumnya, sound horeg digunakan dalam berbagai acara seperti karnaval, pesta pernikahan, hingga kegiatan keagamaan.  Namun, penggunaannya sering memicu kegaduhan, mengganggu ketenangan warga, bahkan menimbulkan suasana yang tidak kondusif karena adanya campur baur laki-laki dan perempuan yang menari, sehingga berpotensi mengarah pada perbuatan maksiat.

Bahaya Mendengarkan Sound Horeg

Mendengarkan musik yang terlalu keras secara terus-menerus, seperti dari sound horeg, bisa berdampak buruk bagi kesehatan pendengaran dan tubuh secara keseluruhan. Menurut CDC, inilah beberapa bahaya mendengarkan musik dengan suara keras bagi kesehatan:

1. Tinnitus

Tinnitus adalah kondisi ketika seseorang mendengar suara berdengung atau berdenging di telinga, meskipun tidak ada sumber suara nyata di sekitar.

Ini bisa terjadi di satu atau dua telinga dan umumnya disebabkan oleh paparan suara keras dalam waktu lama atau penuaan. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari karena membuat tidak nyaman.

2. Masalah keseimbangan

Selain berfungsi untuk mendengar, telinga juga berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh. Organ di telinga bagian dalam bisa terganggu jika terus-menerus terpapar suara keras. Akibatnya, kamu bisa mengalami pusing, mual, vertigo, penglihatan kabur, hingga kehilangan keseimbangan.

3. Gangguan tidur

Mendengarkan musik dengan volume tinggi, terutama menjelang tidur, bisa mengganggu pola tidur dan menyebabkan sulit tidur atau insomnia.

4. Stres dan cemas

Paparan suara keras dalam jangka panjang juga bisa memicu stres dan rasa cemas, apalagi jika terjadi terus-menerus tanpa jeda.

Baca Juga:

Marak Beras Oplosan, Ini Bahayanya Untuk Kesehatan

Tren Olahraga Lari: Jenis, Pola Belanja, dan Cara Menjaga Kesehatan Secara Menyeluruh

5. Sulit fokus dan konsentrasi

Suara yang bising dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi dan fokus, baik saat belajar maupun bekerja.

6. Kerusakan permanen pada pendengaran

Telinga bagian dalam sangat sensitif terhadap suara keras. Jika terus-menerus terpapar suara dengan intensitas tinggi, sel-sel rambut halus dalam telinga bisa rusak, begitu pula bagian koklea. Kerusakan ini sering kali bersifat permanen dan tidak bisa dipulihkan, sehingga menyebabkan gangguan pendengaran jangka panjang.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City