BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan hingga saat ini masih terdapat kawasan kumuh di sejumlah wilayah Kota Bandung, terutama di area sempadan sungai.
Meski luasannya tidak signifikan, hampir setiap kelurahan di Kota Bandung memiliki permukiman warga yang berdiri di sepanjang bantaran sungai dan tergolong kawasan kumuh.
“Dalam dua minggu terakhir saya sudah berkeliling ke sepuluh kelurahan. Hampir semuanya punya rumah di sempadan sungai, dan semuanya pasti kumuh,” kata Farhan Selasa, (7/10/2025).
Menurutnya, penanganan kawasan kumuh tidak cukup hanya dengan relokasi atau pembongkaran bangunan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, kata Farhan, lebih menekankan pendekatan pembinaan kepada masyarakat agar perubahan yang dilakukan bersifat berkelanjutan dan tidak menimbulkan masalah sosial baru.
“Pendekatannya lebih ke pembinaan masyarakat. Secara aturan memang tidak boleh ada bangunan di sempadan sungai, tapi sebelum menertibkan, kita lakukan pembinaan dulu. Proses ini memang cukup berat,” ucapnya.
Baca Juga:
Flyover Nurtanio Kembali Dibangun, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pusat
Farhan juga menegaskan, penataan kawasan kumuh merupakan prioritas pemerintah kota dalam upaya mewujudkan lingkungan hunian yang lebih layak dan aman bagi seluruh warga.
“Kalau untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan program serupa lainnya, insyaallah semuanya aman dan terus berjalan,” ujarnya.
Farhan juga berharap, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, penanganan kawasan kumuh di Bandung dapat dilakukan secara efektif, humanis, dan berkelanjutan.
“Penataan lingkungan harus tetap mengedepankan kemanusiaan, tanpa mengabaikan aturan dan keselamatan warga,” pungkasnya.
(Kyy/Budis)











