BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dunia skincare lokal kembali dihebohkan. Siapa yang tidak kenal dengan fenomena skincare lokal yang menjanjikan hasil instan?
Daviena skincare yang sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan beauty enthusiast, khususnya para pemburu glowing skin dengan budget yang masih ramah di kantong.
Daviena skincare cukup populer di marketplace dan media sosial. Dengan klaim bisa mencerahkan kulit dalam waktu singkat dan harga yang terjangkau, tak heran banyak yang tergiur mencoba.
Namun, kepopuleran ini membawa petaka. Belakangan ini, beredar informasi yang ternyata produk-produk Daviena belum terdaftar BPOM. Kabar ini tentu saja membuat konsumen was-was.
Banyak yang menganggap izin BPOM hanya sekadar “stempel” atau formalitas saja. Padahal, peran Badan Pengawas Obat dan Makanan ini sangat penting untuk keamanan konsumen. BPOM memastikan produk yang beredar di pasaran aman digunakan tidak mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hydroquinone, dan bahan-bahan berbahaya lainnya yang bisa merusak skin barrier dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Namun, pihak Deviena skincare klarifikasi yang menjelaskan produk yang ditarik BPOM tersebut sebenarnya telah dihentikan sejak setahun lalu. Penarikan itu terjadi akibat kecurangan yang dilakukan oleh oknum produsen, yaitu CV Surya Permata yang menambahkan bahan baku di luar kesepakatan dengan Daviena skincare.
Kejadian ini membuat netizen tidak langsung bisa percaya kembali ke Daviena skincare.
“Logikanya kalau memang sudah diperbarui pasti beda kemasannya. Terus barang lama kita semua nggak pernah lihat waktu dimusnahkan. Udah benar kata Nikita, JANGAN DIBELI,” tulis akun ik_lsai*.
Kasus Daviena ini menjadi pembelajaran yang berharga. Pertama, kalau ada produk yang menjanjikan hasil dalam hitungan hari harus waspada. Kedua, harga yang murah dibanding kompetitor dengan klaim serupa patut dicurigai. Ketiga, cek nomor registrasi BPOM yang jelas pada produk.
Untuk kedepannya, mari kita sama-sama lebih hati-hati. Cantik itu penting, tapi cantik yang sehat. Dan aman jauh lebih penting. Jangan sampai demi kulit glowing kita malah merusak kulit untuk selamanya.
(Magang UNPAD/Rifa Rayja Athallah)











