Viral! Bullying di Ponpes Tri Sukses Jambi, Kemaluan Korban Luka

Bullying Ponpes Tri Sukses
Ilustrasi (Unsplash)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Kembali lagi terjadi kasus perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan, kali ini terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Tri Sukses Jambi.

Korban adalah seorang remaja berinisial APD (12) laki-laki, yang mendapatkan tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh dua kakak tingkatnya.

Berdasarkan video viral yang beredar di media sosial, APD terlihat terbaring ditemani ayahnya yang menangis melihat anaknya usai mendapatkan kekerasan dari seniornya itu.

BACA JUGA: Tips Membantu Anak Menghadapi Kasus Bullying di Sekolah

Santri Ponpes Tri Sukses itu mengalami luka di bagian kelamin, setelah ditendang oleh pelaku. Pelaku juga sempat menendang korban ke bagian perut.

“Kemalua* anak saya digesek secara paksa dengan menggunakan kaki. Bahkan perut APD juga sempat diinjak pelaku,” tulis keterangan dari unggahann akun X @memomedia, Sabtu (02/12/2023).

Ayah korban, Widi Setiawan kaget saat korban menghubunginya dan meminta dijemput di Ponpes Tri Sukses. Saat dihubungi APD, ayahnya sudah merasa kondisi anaknya sedang tidak baik-baik saja.

“Penganiayaan ini pertama kali terungkap setelah APD menelepon. ‘Yah, kalau ayah tidak mau menyesal, jemput saya sekarang’,” terangnya, menirukan pesan APD kepada ayahnya.

Widi setelah sadar dengan pesan dari APD, lalu bergegas untuk menjemputnya di Ponpes Tri Sukses.

APD setibanya di rumah dengan keadaan tubuh yang lemah, menceritakan pengalaman perundungan yang telah terjadi kepada dirinya.

“Mulut anak saya dibekap. Kemudian tangannya dipegang. Kaki anak saya dipegang kuat atau dipaksa. Kemudian kaki pelaku itu menendang bagian bawah itu anak saya,” ujar Widi Setiawan menerangkan perilaku bully yang diterima anaknya.

Lebih parahnya lagi, penganiayaan yang dialami APD bukan hanya terjadi sekali, melainkan sudah terjadi beberapa kali, yang membuatnya tidak tahan lagi menerima ini semua.

APD sempat menjalani perawatan di RSUD Raden Mattaher, serta melakukan visum di RS Bhayangkara Polda Jambi.

Pihak Ponpes Tri Sukses Jambi, diketahui telah menjenguk APD dan mengetahui aksi bullying tersebut.

Akan tetapi, belum ada pertanggungjawaban yang diterima keluarga korban terhadap kondisi APD hingga saat ini.

“Walau sudah menjenguk, pihak pondok pesantren belum memberikan pertanggungjawaban dan membantu biaya pengobatan. Ternyata, anaknya kerap mengalami perundungan. Namun, selalu disembunyikan APD karena ditekan untuk berkata yang baik saja terkait pondok pesantren kepada orang tua,” jelasnya.

 

(Saepul/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026