Video Noel Tuntut Hukuman Mati Koruptor Viral, Vokal Banget sampai Desak Jokowi!

pemerasan sertifikat K3
(YouTube/KPK)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menyusul pengumuman operasi tangkap tangan (OTT) KPM dan menjadi tersangka pemerasan, Video lama tentang pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (Noel), menjadi perhatian jagat maya.

Noel ditangkap KPK dalam OTT yang dilakukan pada Rabu (20/08) malam. Eks Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) itu diduga terlibat dalam dugaan kasus pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemenaker.

Ketua KPK, Setyo Budianto, mengumumkan bahwa Noel telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu dan kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cabang Merah Putih, Jakarta Selatan.

“Penahanan kepada para tersangka untuk 20 hari pertama,” tutur Setyo Budianto dalam konferensi pers pada Jumat (22/08).

Melihat Noel sebelum menjabat sebagai Wamenaker dalam Kabinet Merah Putih, ia sempat secara terbuka mendukung hukuman mati kepada koruptor.

BACA JUGA: 

Viral! Perangkat Desa Hedon Pamer, Gaji Rp 2 Juta Bisa Punya Mobil?

Dasco Tanggapi Viral Bendera One Piece: Waspadai Upaya Memecah Belah

Hal itu, ia gaungkan pada tayangan acara “Indonesia Lawyer Club” pada 19 November 2021. Saat itu, Noel hadir sebagai Ketua Umum JoMan, memberikan komentar terkait diskursus hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Saat mendapatkan kesempatan berbicara, Noel saat itu mengomentari kasus Menteri Sosial kala itu, Juliari Batubara, yang ditangkap KPK atas keterlibatannya dalam korupsi dana bansos.

Ia menilai saat itu, Indonesia tidak bisa lagi berkompromi dengan pejabat yang memiliki kultur dan karakter koruptif.

“Bangsa ini seperti negara yang dimasuki para gangster,” tuturnya.

Noel menambahkan, negara tidak akan berjalan maksimal, apabila pejabat korup masih berada di lingkaran kekuasaan.

“Saya harus mengesampingkan kekristenan saya (untuk) bicara soal hukuman mati karena sudah akumulatif dan muak,” ujar Noel tiga tahun lalu.

“Presiden harus berani ambil kebijakan, atau penegak hukum berani mengambil kebijakan, menyiapkan regu tembak untuk para pejabat-pejabat (korup) ini,” tambahnya menjelaskan.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City