BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Petarung asal Dagestan, Umar Nurmagomedov, tetap tenang menghadapi provokasi lawannya, Mario Bautista, jelang pertarungan mereka di ajang UFC 321 yang digelar di Abu Dhabi, Minggu (26/10/2025).
Bautista sebelumnya melontarkan pernyataan berani bahwa ia akan menghabisi Umar hanya dalam satu ronde. Namun sepupu legenda UFC Khabib Nurmagomedov itu menanggapinya dengan nada rendah hati dan penuh perhitungan.
“Saya rasa saya tidak jauh lebih baik darinya dalam hal striking,” ujar Umar melansir, MMA Junkie, Minggu (25/10/2025).
“Dia sangat jago striking dan bergerak cerdas. Dia mengincar poin, tidak membuang energi untuk pukulan yang tidak perlu,” lanjutnya.
Meski mengakui keunggulan teknik serang Bautista, Umar menilai klaim kemenangan cepat di ronde pertama tidak realistis. Ia menyoroti catatan sang lawan yang justru lebih sering menang melalui submission dan jarang menyelesaikan duel dengan pukulan KO.
“Saya tidak tahu kenapa dia bilang akan menghabisi saya di ronde pertama. Saya tidak melihat siapa pun yang dia kalahkan cepat dalam delapan pertarungan terakhir,” kata Umar.
Baca Juga:
Umar Nurmagomedov Bakal Lanjutkan Dominasi di UFC 321, Tantang Mario Bautista!
Umar menegaskan bahwa keunggulannya terletak pada kemampuan grappling dan gulat khas Dagestan yang diwariskan dari sistem latihan keluarga Nurmagomedov. Ia yakin hal itu menjadi pembeda besar antara dirinya dan Bautista.
“Saya pikir kemampuan gulat dan grappling saya lebih baik. Tetapi dalam striking, dia jago,” tegas Umar.
Secara statistik, Mario Bautista memang dikenal sebagai petarung teknikal dengan empat kemenangan terakhirnya berlangsung hingga tiga ronde penuh.
Terakhir kali ia menang KO terjadi pada UFC 247 tahun 2020 melawan Miles Johns. Sementara tiga kemenangan cepat berikutnya diraih lewat kuncian lengan (armbar) terhadap Brian Kelleher, Benito Lopez, dan Guido Cannetti pada periode 2022–2023.
Sebaliknya, Umar Nurmagomedov masih menyimpan rekor impresif di arena MMA. Satu-satunya kekalahan dalam karier profesionalnya datang lewat keputusan mutlak dari Merab Dvalishvili, bukan karena KO maupun kuncian.
Dengan gaya khas Dagestan yang disiplin dan strategi yang matang, Umar diprediksi akan mencoba menekan Bautista melalui permainan bawah dan kontrol penuh jarak.
Pertarungan di Abu Dhabi ini pun menjadi ajang pembuktian, apakah ancaman Bautista hanyalah perang urat saraf atau benar-benar bisa menggoyahkan ketenangan sang pewaris nama besar Nurmagomedov.
(Budis)











