Tips Cerdas Mengatur Uang Saku Mahasiswa agar Cukup hingga Akhir Bulan

Ilustrasi (AI)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kehidupan mahasiswa dan pelajar kerap dihadapkan pada tantangan mengelola uang saku yang terbatas. Tanpa perencanaan keuangan yang matang, pengeluaran bisa membengkak dan membuat kondisi finansial tidak stabil menjelang akhir bulan.

Mengatur uang saku sejatinya tidak semata soal besar kecilnya nominal, melainkan tentang kedisiplinan dan kebiasaan. Dengan strategi yang tepat, uang saku tetap bisa mencukupi hingga akhir periode tanpa harus mengorbankan kebutuhan penting.

Susun Prioritas Sejak Awal

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menetapkan skala prioritas. Pisahkan anggaran untuk kebutuhan utama seperti makan, transportasi, dan keperluan pendidikan sebelum mengalokasikan dana untuk hiburan.

Pola pengelolaan sederhana seperti pembagian 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk tabungan, dan 20 persen untuk keinginan bisa menjadi acuan. Jika kondisi keuangan sangat terbatas, porsi tersebut dapat disesuaikan, namun tetap sisihkan dana untuk menabung meski dalam jumlah kecil.

Kurangi Jajan, Biasakan Masak Sendiri

Pengeluaran harian sering kali membengkak akibat kebiasaan jajan atau membeli minuman kekinian. Membawa bekal dari rumah atau memasak sendiri terbukti mampu memangkas biaya makan secara signifikan.

Selain itu, membawa botol minum sendiri juga membantu mengurangi pengeluaran kecil yang kerap luput dari perhatian, namun jika diakumulasikan bisa cukup besar dalam sebulan.

Baca Juga:

Dosen Unair Bagikan Tips Kelola Keuangan di Tengah Banyaknya Diskon Awal Tahun

Manfaatkan Promo dengan Perhitungan

Promo dan diskon bisa menjadi solusi untuk menekan pengeluaran, terutama untuk kebutuhan pokok. Mahasiswa dan pelajar dapat memanfaatkan potongan harga di minimarket atau layanan pembayaran digital.

Meski demikian, tetap diperlukan kehati-hatian agar tidak membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanya karena tergiur promo.

Kendalikan Gaya Hidup

Tekanan lingkungan dan keinginan mengikuti gaya hidup teman sebaya kerap menjadi penyebab utama uang saku cepat habis. Menolak ajakan nongkrong atau belanja impulsif bukanlah hal yang perlu dirasa canggung jika kondisi keuangan tidak memungkinkan.

Masa muda sebaiknya dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat. Fokus pada pendidikan dan pengembangan diri akan memberikan manfaat jangka panjang yang jauh lebih bernilai dibanding kepuasan sesaat.

(Magang Uin Sunan Gunung Djati/Muhamad Faishal Aidil Arif)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026