Tiga Pekan Pasca Teror, Andrie Yunus Sampaikan Pesan dari Ruang Perawatan Intensif

Andrie Yunus
Andrie Yunus (KOntraS)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Aktivis Andrie Yunus akhirnya menyampaikan pernyataan pertamanya sejak menjadi korban penyiraman air keras oleh pihak tak dikenal. Pesan tersebut dibagikan melalui akun Instagram KontraS pada Kamis (2/4).

Dalam video yang direkam sehari sebelumnya, Andrie menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luas yang ia terima, sekaligus menegaskan tekadnya untuk tetap tegar menghadapi teror yang dialaminya.

“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut. Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar,” ujar Andrie.

Ia juga menutup pesannya dengan seruan semangat perjuangan, “A luta continua! Panjang umur perjuangan!”

Masih dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa Andrie saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang HCU. Pihak keluarga, kuasa hukum, serta rumah sakit membatasi kunjungan demi menjaga kondisi kesehatannya.

Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pada 12 Maret 2026, usai Andrie menghadiri diskusi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut serangan tersebut mengakibatkan luka serius di sejumlah bagian tubuh korban, termasuk wajah, dada, tangan, dan mata.

Pengusutan kasus ini melibatkan aparat gabungan. Pusat Polisi Militer TNI telah mengamankan empat anggota TNI yang diduga terlibat, masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. Mereka diketahui bertugas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI.

Sementara itu, Polda Metro Jaya juga sempat mengungkap dua terduga pelaku lainnya. Namun, penyelidikan selanjutnya diserahkan kepada Puspom TNI setelah ditemukan keterlibatan unsur militer.

Keempat anggota TNI tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 18 Maret 2026 di instalasi tahanan militer Pomdam Jaya Guntur.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan para tersangka dijerat pasal penganiayaan dan proses hukum akan berjalan secara transparan.

Meski sejumlah pelaku telah diamankan, hingga awal April motif di balik aksi teror penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih belum terungkap.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025