JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ,menyebut kenaikan harga emas dalam beberapa bulan terakhir turut memberikan kontribusi terhadap inflasi di Indonesia.
Meski demikian, fenomena tersebut diklaim memiliki sisi positif karena menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi.
Menurut Airlangga, emas kini menjadi salah satu instrumen investasi yang semakin diminati publik, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Beberapa bulan terakhir faktor emas ikut mengerek inflasi. Namun inflasi ini adalah faktor yang baik karena masyarakat semakin literat, semakin paham apa yang harus mereka investasikan dan salah satunya adalah emas,” ujar Airlangga dalam peluncuran roadmap bullion bank di Jakarta, jumat (6/3/2026).
Literasi Keuangan Terus Didorong Pemerintah
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program. Salah satunya melalui pembahasan bersama Destry Damayanti serta pimpinan Bank Indonesia terkait penguatan program Dewan Nasional Keuangan Inklusif.
Program tersebut difokuskan pada upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan finansial.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah juga mendorong pengembangan berbagai instrumen investasi yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
Tabungan Emas Semakin Mudah Diakses
Airlangga menilai meningkatnya minat masyarakat terhadap emas juga didorong oleh kemudahan akses layanan investasi. Saat ini, sejumlah lembaga keuangan telah menyediakan fasilitas tabungan emas yang memungkinkan masyarakat membeli emas dalam nominal kecil.
Layanan tersebut ditawarkan oleh institusi seperti Bank Syariah Indonesia dan PT Pegadaian. Melalui fitur digital, masyarakat dapat menabung emas secara bertahap dengan nominal mulai dari sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
Menurut Airlangga, model layanan tersebut menjadi inovasi penting dalam memperluas akses investasi di Indonesia.
“BSI maupun Pegadaian memudahkan masyarakat, baik dengan fitur transfer maupun pembelian emas yang bisa dipecah dalam nominal Rp100 ribu, Rp200 ribu dan seterusnya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa konsep investasi emas digital dengan nominal kecil seperti ini bahkan belum banyak ditemukan di negara lain.
“Ini sebuah terobosan yang saya monitor, negara lain belum sampai ke sana,” ujar Airlangga.
Baca Juga:
Menaker Pastikan THR 2026 Kena Pajak, Bisa Tembus 34 Persen!
Airlangga: Perang AS–Iran Berpotensi Dongkrak Harga BBM di Indonesia
Meningkatnya minat terhadap emas juga tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. Dalam situasi seperti itu, emas kerap dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang relatif stabil dibandingkan aset lain.
Dengan semakin luasnya akses layanan investasi emas di Indonesia, pemerintah berharap literasi keuangan masyarakat terus meningkat sehingga keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih terencana dan berkelanjutan.
(Dist)











