Sungai Cisadane Tercemar Pasca Kebakaran Gudang Kimia, Warga Diimbau Waspada

Limbah Batik
Illustrasi sungai tercemar. (Dok citarum harum)
-

Tidak ada video disisipkan.

TANGERANG, TEROPONGMEDIA.ID – Kualitas air Sungai Cisadane hingga kini belum dapat dipastikan aman setelah tercemar limbah kimia jenis pestisida yang menyebabkan ribuan ikan mati. Empat hari pascakejadian, pemerintah daerah masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan tingkat pencemaran air di aliran sungai tersebut.

Hasil pengujian dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang dan Kementerian Lingkungan Hidup diperkirakan baru keluar sekitar 12 hari setelah proses pengambilan sampel dilakukan.

Sambil menunggu hasil resmi, warga diimbau tidak melakukan aktivitas yang memanfaatkan air Sungai Cisadane secara langsung, kecuali melalui proses penyaringan atau pengolahan terlebih dahulu. Upaya penetralan kondisi air saat ini masih mengandalkan proses alami, yakni dengan mempercepat aliran air menuju laut untuk menurunkan konsentrasi zat pencemar.

Baca Juga:

Warga Diminta Tidak Konsumsi Air dan Ikan Sungai Cisadane Pasca Kebakaran Gudang Kimia

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Tangerang, Hendri P. Syahputra, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel air di tiga titik, yakni wilayah hulu, tengah, dan hilir aliran sungai.

“Sejak Selasa kami bersama Polres sudah turun ke lokasi dan melakukan sampling di hulu, tengah, dan hilir. Saat ini masih menunggu hasil laboratorium. Mudah-mudahan paling lama 12 hari sudah keluar,” ujarnya, Kamis (12/2).

Menurut Hendri, sampel air akan diuji melalui analisis fisika-kimia serta kandungan pestisida. Sementara itu, pihak Kementerian Lingkungan Hidup bahkan melakukan pemeriksaan lebih detail dengan mengambil sampel ikan mati.

Terkait beredarnya informasi soal jenis zat kimia berbahaya di media sosial, Hendri menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil laboratorium keluar.

Namun ia menyebut, air Sungai Cisadane masih dapat digunakan setelah melalui proses pengolahan air bersih, seperti yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), karena baku mutu air dapat kembali berada dalam ambang batas normal setelah proses tersebut.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025