Subsidi Motor Listrik Belum Kunjung Berjalan, Pemerintah Tunggu Apa?

subsidi motor listrik
(Honda)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah telah memastikan komitmennya dalam akselerasi program subsidi motor listrik. Namun, sampai saat ini belum kunjung direalisasi.

Padahal, kebijakan tersebut, sebagai salah satu upaya menekan emisi karbon sekaligus mendorong transformasi sektor otomotif nasional pada kendaraan elektrifikasi.

Untuk kendaraan roda dua, sebelumnya pemerintah telah menjalankan program subsidi langsung sejak tahun 2024. Setiap pembeli motor listrik berhak mendapatkan potongan harga sebesar Rp7 juta per unit. Insentif ini diharapkan mampu menurunkan harga jual motor listrik agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Sepanjang tahun 2024, program subsidi motor listrik cukup memiliki atensi baik. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, hingga saat ini telah beredar lebih dari 196 ribu unit sepeda motor listrik di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:

Subsidi Motor Listrik 2025 Tak Jelas, Produsen Resah!

Insentif Pajak LCGC Diperpanjang sampai 2031, Intip Besarannya

Meski angka tersebut cukup tinggi, capaian itu masih jauh dari target besar yang ditetapkan pemerintah untuk mempercepat peralihan ke kendaraan ramah lingkungan.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan di Kementerian Perindustrian, Mahardi Tunggul Wicaksono menyampaikan, peluang untuk melanjutkan program insentif tetap terbuka.

“Yang pasti pemerintah, usulan-usulan insentif itu nunggu datang usulan dari industri yang diwakili oleh asosiasi,” katanya, dalam kesempatan sebuah diskusi yang digelar Kemenperin, dikutip Sabtu (30/08/2025).

Tunggul menjelaskan, setiap skema insentif baru harus melalui koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

“Jadi usulan itu tiba dulu di kami, kemudian kami koordinasikan dengan pimpinan asosiasi terkait dan juga kementerian/lembaga terkait,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan memegang peran penting dalam proses penentuan besaran dan mekanisme insentif tersebut.

Meski sebelumnya publik berharap kejelasan mengenai insentif akan muncul pada Agustus 2024, nyatanya pembahasan masih berjalan.

Tunggul menambahkan, bahwa koordinasi yang dilakukan tidak selalu bersifat formal.

Terkait kemungkinan pengunduran waktu pelaksanaan insentif, Tunggul tidak menutup kemungkinan tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa dari sisi pembiayaan, terdapat berbagai opsi teknis yang masih bisa dipertimbangkan.

Artinya, bentuk pendanaan bisa tetap fleksibel sesuai dengan kondisi fiskal negara saat itu.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City