Soal Tuduhan Hasto Terhadap Jokowi, Haidar Alwi: Jejak Digital Tunjukkan PDIP Dalang Revisi UU KPK

Pengamat: Ekspansi Militer ke Kejaksaan Men-down-grade Institusi TNI dan Pemerintahan Prabowo
Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi mengatakan bahwa jejak digital menunjukkan PDIP adalah dalang di balik Revisi UU KPK.

Hal itu disampaikannya menanggapi pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menuduh Jokowi melemahkan KPK untuk mengamankan Gibran dan Bobby.

“Hasto sepertinya menganggap masyarakat Indonesia semuanya bodoh. Padahal jejak digital jelas PDIP mengakui sebagai dalang dan ngotot mendukung Revisi UU KPK. Sedangkan Jokowi pada awalnya saat itu berada pada posisi menolak,” tegas R Haidar Alwi, Senin (24/2/2025)..

R Haidar Alwi memaparkan, pada Oktober 2015 silam politikus PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengakui Revisi UU KPK adalah perintah pimpinan partainya yang harus dipatuhi oleh dirinya dan seluruh kader PDIP.

Lalu, politikus PDIP lainnya Arteria Dahlan, lanjut R Haidar Alwi, mengakui PDIP bukan hanya menandatangani inisiasi tapi juga akan full team mendukung Revisi UU KPK.

Kemudian, Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengemukakan Jokowi telah mengambil sikap tegas tidak akan merevisi UU KPK kecuali untuk memperkuatnya.

Namun, politikus PDIP Masinton Pasaribu memastikan pihaknya akan terus mendorong Revisi UU KPK sampai pemerintahan Jokowi siap untuk itu.

“Tahun 2015 PDIP sudah ngotot Revisi UU KPK meski belum terwujud. Sementara Gibran dan Bobby dicalonkan di Pilkada itu tahun 2020. Jadi, pernyataan-pernyataan politikus PDIP tersebut telah mematahkan tuduhan Hasto kalau Jokowi mendalangi Revisi UU KPK untuk mengamankan Gibran dan Bobby,” ungkap R Haidar Alwi.

Demikian pula pada tahun 2019 ketika Revisi UU KPK disahkan. Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengakui partainya bersama Golkar, PKB, Nasdem dan PPP yang mengusulkan Revisi UU KPK ke Baleg. Lobi-lobi dengan anggota DPR lainnya pun dilakukan tanpa melibatkan pemerintahan Jokowi.

Saking ngototnya PDIP, Hasto Kristiyanto sendiri yang bilang PDIP siap ditinggal pemilihnya asalkan Revisi UU KPK dapat terwujud. Artinya, bagi PDIP Revisi UU KPK lebih penting daripada konstituennya.

“Seberapa dan kenapa lebih penting? Ingat! Kasus Harun Masiku itu terjadi beriringan dengan Revisi UU KPK tahun 2019 disahkan DPR. Dan Firli Bahuri teman dekat Hasto dipilih DPR menjadi Ketua KPK juga beberapa hari sebelum Revisi UU KPK disahkan. Selama Firli menjabat Ketua KPK, Hasto aman. Jadi, paham kan sekarang siapa dalangnya dan untuk kepentingan siapa,” ujar R Haidar Alwi.

Terlebih katanya, Podcast Bocor Alus Politik Tempo pernah membahas rumor adanya barter kasus antara Hasto Kristiyanto dengan Harun Masiku. Menurut rumor tersebut, jika Hasto membantu Harun Masiku menjadi anggota DPR RI, maka Harun Masiku akan membantu mengamankan kasus BLBI karena dekat dengan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali.

Mahkamah Agung pernah melepaskan Terdakwa kasus BLBI berinisial SAT dari tuntutan pidana pada tahun 2019. Akibatnya, KPK juga terpaksa menghentikan penyidikan terhadap dua Tersangka lainnya yaitu SN dan IN.

BACA JUGA: 

Kepala Daerah Tak Ikut Retret Disebut Rugi, Paling Banyak Kader PDIP!

Ditahan KPK, Haidar: Hasto Sedang Hadapi Karma Politik Karena Mencibir Politisi Nasdem Johny Plate

 

Sedangkan dasar bagi SAT menerbitkan SKL yang kemudian menjadi kasus BLBI adalah Instruksi Presiden yang dikeluarkan oleh MG. Pimpinan KPK sebelumnya yang tidak setuju mentersangkakan Hasto juga tidak mau mendalami potensi keterlibatan MG di kasus BLBI.

“Bagi saya pribadi itu ada benang merahnya. Kenapa ada kemungkinan barter kasus, kenapa Firli jadi Ketua KPK dan kenapa PDIP ngotot Revisi UU KPK,” tuntas R Haidar Alwi.

 

(Agus Irawan/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City