Simalakama Nasib 32 Ribu Honorer di Jabar, Bergantung Pemerintah Pusat

nasib honorer 17-7-2023
foto (PPSDM Aparatur)

Bagikan

BANDUNG,TM.ID: Nasib pegawai non ASN atau honorer di lingkungan Pemerintah Jawa Barat belum jelas. Walau statusnya akan dihapus pada November 2023, posisinya masih dibutuhkan sebagai pelayanan publik.

DPRD Jawa Barat (Jabar) mulai berdiskusi terkait penghapusan tenaga non ASN honorer dengan memberikan solusinya bersama Forum Komunikasi Honorer Lingkup Pertanian Provinsi Jabar. Di dalam forumtersebut ada Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Daerah (FK THL TBPPD) dan Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (FK THL POPT).

“Kami membahas kejelasan nasib atau status non ASN di lingkup pertanian Jabar bersama FK THL TBPPD dan FK THL POPT yang melakukan audiensi ke DPRD menjelang penerapan penghapusan tenaga honorer atau non ASN pada 28 November 2023,” kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, ketika dihubungi melansir Antara, Sabtu (15/7/2023)

Ineu menampung audiensi FK THL TBPPD dan FK THL POPT itu bersama Sekretaris Komisi I DPRD Jawa Barat Sadar Muslihat dan Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Herry Dermawan dan turut hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, Sumasna.

Penghapusan tenaga honorer sesuai yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Mereka adalah para penyuluh dari TBPPD dan POPT yang menanyakan kejelasan status (kepegawaiannya) menjelang penghapusan non ASN. Mereka menyampaikan selama ini sudah banyak berkontribusi terhadap upaya mempertahankan pangan di Jabar,” kata Ineu.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat, Sumasna mengatakan, tercatat ada 32.098 honorer pegawai Pemprov Jabar yang sudah terverifikasi dalam Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sumasna menyampaikan, Pemprov Jabar sedang berupaya menyediakan ruang bagi mereka.

Pemprov Jabar, lanjut Sumasna, masih bergantung dengan keputusan pemerintah pusat. Kendati begitu, Pemprov Jabar menyiaqpkan langkah solusi untuk pegawai honorer bersifat alternatif agar masih bisa bekerja.

BACA JUGA: Status Honorer per November Dihapus, Lalu Diganti Part Time?

Sebagaian Honorer Diangkat PPPK

Ia menyebut, jumlah 3.2000 sebenarnya telah berkurang , karena sebagain guru dan pegawai honorer telah diangkat sebagai PPPK. Namun, jumlahnya belum signifikan.

Lebih lanjut Sumasna, honorer di bidang pertanian telah dikaji dengan skema pengadaan jasa. Begiyupun dengan pegawai honorer lainnya yang sifatnya mendukung kinerja perangkat daerah.

Lantaran jumlah PNS dan PPK Jabar belum memenuhi kebutuhan di lapangan. Dengan begitu, kata dia, pemerintah pusat bisa secepatnya memutuskan solusi bagi pegawai non-ASN, karena akan berpengaruh pada layanan publik di daerah.

(Saepul/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Persib Siapkan Mode Manuver Senyap
Persib Siapkan Mode Manuver Senyap Untuk Bangun Skuatnya di Musim Depan
Performa Robi Darwis Dapat Sorotan Tajam
Performa Robi Darwis Dapat Sorotan Tajam, Bojan Hodak Pasang Badan
Kesenian Gembyung Subang - YouTube Kebudayaan Subang
Kesenian Gembyung: Warisan Budaya Tradisional Kabupaten Subang
Tasikmalaya Sandal Tarumpah
Keren! Tasikmalaya Punya Sandal Tarumpah
Fakta unik domba
Domba Hewan Mudah Ditipu, Gini Kata Dosen IPB!
Berita Lainnya

1

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

2

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

3

Tanggul Jebol, Ribuan Makam di TPU Bojongsoang Kabupaten Bandung Terendam Banjir

4

Inflasi Kota Bandung Hingga 10 Persen Akibat Lonjakan Harga Jelang Ramadan

5

Gubernur Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa yang Gagal Ikuti SNBP Akibat Kelalaian Sekolah
Headline
Peluncuran Bank Emas Prabowo
Peluncuran Bank Emas, Prabowo: Pertama dalam Sejarah Bangsa Indonesia
Anto Boyratan
Ukir Sejarah! Anto Boyratan Jadi Atlet Indonesia Pertama di Liga Basket Australia
BPBD Kabupaten Bandung, banjir
BPBD Kabupaten Bandung: Tanggul Jebol Sungai Cikapundung Kolot Genangi Ribuan Rumah Warga
Sampah Penuhi Sungai Citarum Kiriman dari Kota dan Kabupaten Bandung
BBWS Sebut Sampah Penuhi Citarum Kiriman Kota dan Kabupaten Bandung

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.