Sensus Ekonomi 2026 Gunakan Sistem Digital, dari Kuesioner Online hingga Geotagging Lokasi Usaha

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) akan menghadirkan sejumlah inovasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, terutama dalam hal metode pendataan yang kini semakin berbasis digital. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi data sekaligus mempermudah partisipasi masyarakat.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa terdapat tiga metode utama dalam pengumpulan data sensus kali ini. Pertama, pelaku usaha dapat mengisi data secara mandiri melalui kuesioner online. Metode ini terutama ditujukan untuk usaha menengah dan besar yang dinilai lebih fleksibel dalam pengisian data secara digital.

Metode kedua adalah wawancara langsung oleh petugas sensus. Dalam skema ini, petugas akan mendatangi pelaku usaha atau rumah tangga untuk melakukan pendataan. Jika diperlukan, responden juga dapat menggunakan kuesioner cetak sebelum data dimasukkan ke sistem.

Sementara metode ketiga memanfaatkan perangkat digital, di mana petugas akan menggunakan smartphone yang terhubung langsung dengan sistem BPS. Proses ini memungkinkan pengisian data secara real-time, sehingga lebih cepat dan efisien dibandingkan metode konvensional.

“Pendataan kali ini kami rancang lebih fleksibel agar bisa menjangkau seluruh jenis usaha, baik besar, kecil, maupun yang berbasis rumah tangga,” ujar Amalia, Kamis (23/4/2026).

Selain itu, BPS juga akan menerapkan teknologi geotagging untuk mencatat lokasi usaha secara akurat. Dengan fitur ini, setiap data yang dikumpulkan akan dilengkapi dengan titik koordinat, sehingga pemerintah dapat melihat sebaran aktivitas ekonomi secara lebih detail.

Inovasi lain yang diterapkan adalah penggunaan QR Code pada identitas petugas sensus. Masyarakat dapat memindai kode tersebut untuk memastikan keaslian petugas, sehingga meningkatkan keamanan dan kepercayaan selama proses pendataan berlangsung.

BPS juga menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan akan dijaga kerahasiaannya. Sistem yang digunakan telah dilengkapi dengan enkripsi, dan petugas sensus akan dibekali pelatihan khusus, termasuk terkait etika dalam pengumpulan data.

“Data individu tidak akan dipublikasikan. Kami pastikan keamanan dan kerahasiaannya terjaga,” tegas Amalia.

Dengan berbagai pembaruan ini, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih akurat, mutakhir, dan relevan dengan perkembangan ekonomi saat ini, termasuk pertumbuhan sektor digital yang semakin pesat.

(Magang Unpas / Rahmadani)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank-bjb-pra-event-merbabu-trail-run-v2
Menabung di bank bjb Dapatkan Tiket Lari Merbabu Trail Run 2026
WhatsApp Image 2026-08-03 at 11.13
Menempatkan Kasus PT BDS dalam Perspektif Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan
bank bjb dan pemkot bogor
bank bjb dan Pemkot Bogor Berkolaborasi Demi Wujudkan Perencanaan Pensiun yang Lebih Sejahtera
5 Rekomendasi Les Ngaji Online Anak dengan Jadwal Fleksibel
5 Rekomendasi Les Ngaji Online Anak dengan Jadwal Fleksibel
WhatsApp Image 2026-07-30 at 14.12
JNE Raih IWEB Logistics Inovation Award 2026, Hadirkan Inovasi Untuk Dukung UMKM di Indonesia
Berita Lainnya

1

2

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

3

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

4

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-02 at 20.20
Diterpa Badai Fitnah, Bupati Bandung KDS Tetap Tenang dan Fokus Bekerja
image_870x_6a677bc509689
Mitchell Baker Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026
bank-bjb-earning-call-2q-2026-v3-4
bank bjb Cetak Laba Tumbuh 58,8%, Aset Tembus Rp228,2 Triliun
IMG-20260727-WA0003
Gilang Dorong Puskesmas di Jakasampurna, Akses Layanan Kesehatan Jadi Prioritas