JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Mantan juara dunia kelas bantam Muay Thai ONE Championship, Nong-O Hama, siap menantang sang “The Iron Man” Rodtang Jitmuangnon Pada ajang ONE 173 yang akan digelar di Ariake Arena, Tokyo, pada 16 November 2025. akan menghadapi yang dikenal memiliki rahang paling keras di dunia Muay Thai.
Laga ini bukan sekadar duel dua petarung besar, tetapi juga pertarungan dua generasi dan dua filosofi bertarung. Nong-O legenda asal Thailand berusia 38 tahun itu veteran yang sarat pengalaman, sementara Rodtang membawa reputasi sebagai monster tak tertandingi di ring.
Nong-O: “Saya Ingin Menguji Dagu Baja Rodtang”
Dengan rendah hati namun penuh tekad, Nong-O mengakui bahwa menjatuhkan Rodtang lewat KO bukan perkara mudah. Namun ia tidak menutup kemungkinan untuk mengejar hal itu jika momentum datang.
“Akan sangat sulit untuk membuat Rodtang KO, tetapi kalau ada kesempatan, saya akan berusaha melakukannya,” ujar Nong-O dikutip MMA Junkie, Jumat (24/10/2025).
Meski begitu, sang legenda menegaskan bahwa kemenangan bukan hanya soal pukulan keras. Menurutnya, laga ini akan menjadi ujian kecerdasan dan strategi.
“Saya ingin menang lewat poin. Tapi saya juga sudah menyiapkan banyak variasi serangan untuk mengejar timing terbaik,” tambahnya.
Menghormati Lawan, Mengakui Kecerdasan Rodtang
Berbeda dengan banyak petarung yang melihat Rodtang hanya sebagai mesin tempur tanpa rasa sakit, Nong-O justru menilai rivalnya itu sebagai petarung dengan IQ bertarung tinggi.
“Rodtang bukan cuma petarung agresif. Dia cerdas, bisa membaca lawan, dan punya improvisasi luar biasa,” katanya.
Ia juga menyebut kekuatan utama Rodtang terletak pada kemampuan tinju jarak dekat yang sering kali berujung KO mematikan.
“Tinju Rodtang sangat berbahaya. Saat dia mendaratkan pukulan bersih, semua penonton tahu sesuatu akan terjadi,” ujar Nong-O sambil tersenyum.
Baca Juga:
Islam Makhachev Jadi Headliner UFC 322, Fans Nantikan Laga Petarung dengan 8 Kemenangan Beruntun!
Sean Strickland Si Magnet Kontroversi UFC, Bawa Pistol ke Gym Datangi Khamzat Chimaev
Duel Dua Ayah, Dua Jalan Menuju Legenda
Menariknya, pertarungan ini juga punya sisi emosional. Keduanya kini sama-sama telah menjadi seorang ayah. Rodtang baru saja menyambut kelahiran anak pertamanya, Zlatan, pada Juli lalu.
Di sisi lain, Nong-O sudah lebih dulu menjalani peran sebagai ayah dan menjadikannya sumber motivasi baru dalam kariernya.
“Saya pikir kami berdua bisa membuat laga ini sangat menghibur. Kalau saya menang, saya ingin membuktikan bahwa usia bukan batasan. Semangat dan tekadlah yang menentukan,” tegas Nong-O.
Perebutan Sabuk Kosong dan Ujian Ketahanan Legenda
Laga Nong-O vs Rodtang di ONE 173 akan memperebutkan sabuk kosong kelas terbang Muay Thai, menjadikannya duel sarat makna.
Rodtang dikenal belum pernah tumbang dalam karier profesionalnya, bahkan dengan rekor lebih dari 300 pertarungan yang nyaris tanpa cedera serius.
Namun, Nong-O bukan petarung biasa. Ia pernah menguasai divisi bantam dengan 10 kemenangan beruntun dan dikenal memiliki teknik klasik nan efisien yang bisa menembus gaya agresif lawan.
Dengan reputasi besar di kedua kubu, pertarungan ini diyakini bakal menjadi salah satu duel Muay Thai terbaik sepanjang 2025.
Siapa yang lebih cerdas membaca ritme dan menemukan celah lebih dulu, dialah yang akan pulang dengan sabuk emas.
(Dist)










