Rerouting Angkot di Bandung Belum Final, Organda: Perlu Kajian dan Musyawarah dengan Koperasi

Rerouting Angkot di Bandung Belum Final, Organda: Perlu Kajian dan Musyawarah dengan Koperasi
Ilustrasi-Angkutan Kota di Bandung. (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Rencana penerapan sistem rerouting angkutan kota (angkot) di Kota Bandung kembali mencuat. Namun, hingga kini belum ada keputusan final dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bandung terkait dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Organda Kota Bandung, Ade Sukadi, yang menegaskan perlunya kajian komprehensif dan keterlibatan semua pihak sebelum keputusan diambil.

“Kita baru mau meeting nanti hari Selasa. Kalau soal rerouting, sejak dulu sudah disuarakan dan memang pernah ada kelanjutannya waktu itu,” kata Ade Sukadi.

Menurutnya, perubahan rute angkot memang pada awalnya lahir dari kebutuhan masyarakat, khususnya penumpang yang saat itu jumlahnya cukup besar. Namun, kondisi saat ini telah berubah drastis.

“Sekarang angkot sangat sepi. Kehadiran transportasi online juga berdampak besar terhadap penurunan penumpang angkot,” ucapnya.

Baca Juga:

Angkot Pintar Siap Mengaspal di Bandung

Bandung Uji Coba Rerouting Angkot, Langkah Awal Menuju Transportasi Publik Modern dan Terintegrasi

Organda, lanjut Ade, tidak serta-merta menolak atau mendukung. Namun harus dilihat secara realita.

“Sebetulnya kami tergantung kondisi di lapangan. Rerouting harus dilihat dari realita sekarang. Apakah memang masih diperlukan atau tidak? Ini harus dikaji benar-benar,” tegasnya.

Ade juga menekankan karena angkot berada di bawah koperasi seperti Kobanter, Kopamas, dan Kobutri, maka keputusan final juga harus melibatkan koperasi-koperasi tersebut sebagai stakeholder utama.

“Organda itu organisasi induk. Anggota kami ya koperasi-koperasi itu. Jadi soal teknis angkot, mereka yang punya kewenangan. Harus ada musyawarah dengan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Ade menyatakan jika pemerintah ingin menerapkan kebijakan rerouting, harus dimulai dengan kajian menyeluruh dan sosialisasi yang matang.

“Rerouting bukan hanya soal mengganti rute, tapi menyangkut wilayah mana yang terdampak, angkot mana yang terlibat, dan koperasi mana yang harus disiapkan. Semua harus dikaji dan dibicarakan baik-baik,” pungkasnya.  (Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026