BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana (UBK) berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendiktisaintek 2026 melalui inovasi penelitian berbasis bahan alam. Tim mahasiswa Fakultas Farmasi UBK mengembangkan formulasi jamu nanopartikel daun salam (Syzygium polyanthum) berbasis PlantCrystal sebagai kandidat pendekatan terhadap kekakuan arteri pada hipertensi.
Penelitian ini berangkat dari perhatian terhadap hipertensi yang tidak hanya berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, tetapi juga dengan perubahan fungsi pembuluh darah. Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah kekakuan arteri (arterial stiffness), yang berkaitan dengan penurunan elastisitas pembuluh darah. Proposal penelitian ini secara khusus mengeksplorasi potensi daun salam melalui pendekatan teknologi farmasi modern untuk melihat potensinya terhadap fungsi vaskular yang berkaitan dengan kekakuan arteri.
Daun Salam, Bahan Alam yang Dikembangkan dengan Teknologi Nano
Indonesia memiliki kekayaan tanaman yang secara turun-temurun telah dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Salah satunya adalah daun salam (Syzygium polyanthum), yang tidak hanya dikenal sebagai bumbu masakan, tetapi juga telah dimanfaatkan masyarakat dalam bentuk jamu.
Daun salam mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, antara lain fenol, flavonoid, tanin, dan senyawa antioksidan. Flavonoid seperti kuersetin dan kaempferol menjadi salah satu kelompok senyawa yang dieksplorasi dalam penelitian karena potensinya dalam mendukung fungsi endotel.
Meski demikian, pemanfaatan daun salam dalam bentuk jamu konvensional masih memiliki keterbatasan, terutama berkaitan dengan stabilitas senyawa bioaktif dan bioavailabilitasnya. Kondisi tersebut mendorong tim untuk menghadirkan pendekatan baru melalui teknologi penghantaran berbasis nanopartikel.
PlantCrystal: Membawa Jamu Tradisional ke Teknologi Modern
Dalam penelitian ini, daun salam dikembangkan menjadi jamu nanopartikel menggunakan teknologi PlantCrystal. Teknologi tersebut bekerja dengan memperkecil ukuran partikel bahan tanaman menggunakan energi mekanik, tanpa melalui proses ekstraksi kimia.
Pengecilan ukuran partikel dapat meningkatkan luas permukaan bahan sehingga diharapkan dapat membantu proses pelepasan senyawa aktif. Pendekatan ini juga memungkinkan komponen fitokimia tanaman tetap berada dalam sistem.
Melalui teknologi tersebut, tim tidak hanya berupaya mempertahankan pemanfaatan daun salam sebagai bahan alam, tetapi juga mengembangkannya dalam bentuk yang lebih modern dan terstandar.
Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Farmasi
Melalui penelitian ini, mahasiswa UBK berupaya mempertemukan pemanfaatan jamu sebagai warisan bahan alam Indonesia dengan perkembangan teknologi farmasi modern. Daun salam yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat dikembangkan melalui teknologi PlantCrystal untuk mengeksplorasi potensinya sebagai kandidat pendekatan terhadap kekakuan arteri pada hipertensi.
Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan formulasi jamu nanopartikel daun salam yang memiliki karakteristik lebih stabil dan terstandar sekaligus menambah data ilmiah mengenai pengembangan nanopartikel berbasis bahan alam. Proposal juga menempatkan penelitian ini sebagai kontribusi terhadap pengembangan ilmu farmasetika dan teknologi penghantaran obat berbasis bahan alam.
Melalui pendanaan PKM Kemendiktisaintek 2026, tim berharap penelitian ini dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan inovasi bahan alam Indonesia melalui pendekatan teknologi farmasi yang lebih modern, sekaligus membuka peluang eksplorasi lebih lanjut terhadap daun salam dan kekakuan arteri pada hipertensi.
Penulis: Tim PKM RE Universitas Bhakti Kencana











