Punya 24 Ribu Ton Uranium, Pemerintah Siapkan Aturan Olah Bahan Baku Nuklir

Uranium
Uranium (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera siapkan aturan untuk mengolah bahan radioaktif seperti uranium untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Langkah ini menyusul laporan adanya cadangan uranium/thorium sebesar 24 ribu ton di Kalimantan Barat.

“Kami lagi siapkan PP-nya (peraturan pemerintahnya). Mudah-mudahan dari PP itu bisa diimplementasikan untuk pemurnian pengolahan bahan radioaktif,” ucap Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/6/2025) seperti dikutip dari Antara.

Pengolahan uranium termasuk ke dalam wilayah usaha radioaktif. Wamen Yuliot menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa langsung memberikan izin untuk menggarap wilayah yang memiliki potensi radioaktif.

Hal ini dikarenakan wilayah usaha pertambangan radioaktif membutuhkan pengawasan yang lebih ketat.

“Untuk wilayah usaha radioaktif, itu kan kita lagi tata itu perizinannya. Jadi kalau untuk yang berasal dari wilayah usaha pertambangan, itu ya memang agak ketat,” ujarnya.

Untuk itu, pengolahan uranium akan dilakukan Kementerian ESDM bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga.

Baca Juga:

Swasembada Energi: ESDM Targetkan Listrik Tenaga Nuklir Terwujud di 2032, Realistis?

Bahlil Umumkan RUPTL PLN 2025-2034, Tambah Pembangkit Listrik 69,5 GW

Adapun yang nantinya akan dilibatkan dalam mengolah uranium menjadi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Kolaborasi sejumlah Lembaga ini bertujuan untuk memastikan agar pengolahan uranium yang dilakukan tidak merusak lingkungan.

“Kami juga akan memerhatikan aspek lingkungan. Yang saat ini kami tata adalah pemurnian pengolahan,” kata Yuliot.

Sebelumnya, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk periode 2025–2034, tercantum potensi sumber energi di Kalimantan Barat berupa uranium, tenaga air, biomassa, biogas, serta batu bara.

RUPTL tersebut mengungkapkan terdapat potensi uranium yang merupakan bahan bakar utama dalam reaktor nuklir sebesar 24.112 ton di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa pembangunan PLTN menjadi bagian dari rencana penambahan pembangkit Listrik Indonesia yang berasal dari energi baru dan energi terbarukan.

Rencananya, pemerintah akan membangun PLTN dengan total kapasitas 500 megawatt (MW) pada periode 2025-2034.

Meski memiliki potensi yang cukup besar, pemanfaatan nuklir di Indonesia masih harus menunggu kebijakan dari pemerintah yang didukung oleh studi kelayakan untuk pembangunan PLTN.

(Raidi/_Usk )

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026