Puluhan Makam Keluarga Dipindahkan Akibat Tanah Bergerak

Tanah bergerak makam dipindahkan
Ilustrasi. (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Puluhan makam keluarga di Purwakarta dipindahkan, akibat dari fenomena tanah bergerak di Kampung Cigintung, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Makam-makam tersebut dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Bergesernya tanah sejauh 20 hingga 30 meter yang terus-terusan menyebabkan makam-makam sulit ditemukan. Hal ini, membuat para warga bergotong-royong memindahkan makam yang sebagian besar sudah berusia puluhan tahun.

Jenazah yang tersisa tulang-belulang digali dari tanah milik keluarga masing-masing dan dipindahkan ke area pemakaman baru di Kampung Sukamulya.

Proses relokasi makam menghadapi berbagai kendala. Sejumlah makam telah bergeser dari posisi semula akibat pergeseran tanah, sementara akses jalan menuju area pemakaman mengalami kerusakan, sehingga menyulitkan mobilisasi jenazah. Dalam dua hari terakhir, baru 26 makam yang berhasil dipindahkan. Sementara itu, masih banyak makam lain yang belum dievakuasi karena keterbatasan jumlah personel dan medan yang sulit.

“Makam keluarga sudah terbawa longsor. Yang sudah dipindah 26, yang belum masih banyak. Rencananya akan dipindahkan ke Sukamulya. Jalan rusak, lokasi makam pun jauh terbawa longsor, sekitar 30 meter, jadi sulit mencarinya,” kata Syamsudin, salah satu warga yang terlibat dalam pemindahan makam, dikutip Minggu (15/6/2025).

Baca Juga: 

Pasirmunjul Purwakarta Alami Tanah Bergerak, Polisi Turun Tangan Bantu Warga

11 Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Cimahi

Sementara itu, pergerakan tanah masih terus terjadi hingga saat ini. Data terakhir mencatat sebanyak 72 rumah terdampak dan 48 rumah mengalami kerusakan berat atau ambruk. Ratusan warga pun telah mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko lebih besar.

Di sisi lain, aktivitas pergerakan tanah masih berlangsung hingga kini. Berdasarkan data terbaru, tercatat 72 rumah terdampak, dengan 48 di antaranya mengalami kerusakan parah atau roboh. Ratusan warga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari potensi bahaya yang lebih besar.

(Virdiya/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026