Produksi Beras Meningkat 50 Persen, Ketahanan Pangan RI Aman

Produksi Beras Meningkat 50 Persen
Ilustrasi-Gerakan Pangan Murah (GPM) Pemkab Bandung (Foto: Diskominfo Kab Bandung)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TERPONGMEDIA.ID — Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyebutkan ketahanan pangan nasional saat ini dalam keadaan terjaga. Dibanding negara tetangga Filipina yang mengumumkan sedang dalam keadaan darurat ketahanan pangan.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan Moch. Arief Cahyono mengatakan bahwa produksi pangan Indonesia tahun ini terus menunjukkan perkembangan positif. “Kami menggunakan data dari BPS, produksi beras kita mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Bahkan diatas 50 persen,” katanya seperti Teropongmedia kutip

Arif menambahkan, tahun lalu di Bulan Januari dan Februari sempat terjadi kelangkaan beras dan terjadi antrean masyarakat serta harga yang meningkat hingga mencapai Rp 16.000.

“Saat ini, Alhamdulillah, tidak terjadi hal demikian, rentang harga beras saat ini berada di kisaran Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kg,” terangnya.

Melihat data saat ini, lanjut Arief, kondisi cadangan pangan pemerintah di Bulog saat ini sekitar 2 juta ton. Sementara di beras yang ada di pasaran berada dikisaran 8 juta ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan beras.

“Saya pastikan, berdasarkan data yang kami terima, kondisi pangan kita sangat aman,” ucapnya menegaskan. Berbanding terbalik dengan kondisi banyak negara yang saat ini justru mengalami krisis pangan.

 

BACA JUGA: 

Bulog Kota Bandung Pastikan Stok Beras Aman Hingga Idul Fitri 1446 Hijriah

Pemerintah Hentikan Bantuan Beras 10 Kg Mulai Hari Ini

 

“Baru-baru ini, Filipina bahkan resmi mengumumkan keadaan darurat ketahanan pangan. Hal ini akibat lonjakan harga beras yang tak terkendali,” katanya.

Menurutnya, langkah itu diambil untuk mengendalikan kenaikan harga yang semakin membebani masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan ketergantungan pada impor. Menanggapi kondisi di negara tetangga tersebut, Arief mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada.

“Kami prihatin dengan situasi di Filipina, tetapi tidak terkejut. Pak Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sudah jauh-jauh hari mengingatkan potensi krisis pangan global, karena itu, kami telah menyiapkan berbagai program strategis untuk mengantisipasinya,” ujarnya.

 

(Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026