Prabowo Dikabarkan Usung Keponakan Jadi Dewan Gubernur BI

keponakan prabowo BI
Thomas Djiwandono bersama Presiden Prabowo. (instagram/budidjiwandono)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menominasikan keponakannya untuk bergabung dalam Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Kabar ini mencuat di tengah meningkatnya sorotan publik dan pasar terhadap independensi bank sentral.

Mengutip laporan Yahoo Finance, Senin (19/1/2026), rencana tersebut muncul saat pemerintah dan parlemen tengah membahas rancangan undang-undang yang bertujuan memperkuat peran Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah ini dinilai sensitif karena posisi Dewan Gubernur BI memiliki pengaruh strategis dalam penentuan arah kebijakan moneter, termasuk suku bunga acuan, stabilitas nilai tukar, dan pengendalian inflasi.

Peran Vital Dewan Gubernur BI

Bank Indonesia dijadwalkan menggelar rapat kebijakan moneter bulanan berikutnya pada akhir pekan ini. Dewan Gubernur BI terdiri dari seorang gubernur dan beberapa wakil gubernur, yang masing-masing memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan kebijakan.

Secara tradisional, anggota dewan berasal dari kalangan bankir sentral senior, ekonom, atau mantan eksekutif perbankan, dan diangkat oleh presiden dengan persetujuan DPR.

Namun, kabar masuknya figur yang memiliki hubungan keluarga langsung dengan Presiden memicu diskusi luas tentang batas antara otoritas moneter independen dan kepentingan politik.

Dijadwalkan Mulai Bertugas Februari

Sumber yang dikutip Yahoo Finance menyebutkan bahwa sosok yang dimaksud adalah, Thomas Djiwandono yang diperkirakan bakal mulai menduduki jabatan tersebut pada Februari 2026, kecuali terjadi perubahan mendadak di menit-menit terakhir.

Pada tahun lalu, Djiwandono diketahui pernah menghadiri setidaknya satu rapat kebijakan moneter BI sebagai perwakilan Kementerian Keuangan. Namun, kehadirannya saat itu tidak disertai hak suara.

Jika nominasi ini terealisasi, maka Djiwandono akan memiliki posisi formal dalam proses pengambilan keputusan moneter yang selama ini dijaga ketat dari intervensi politik.

Baca Juga:

Dua Kubu Keraton Surakarta Ricuh, Fadli Zon Masuk Pusaran Konflik

Modal Asing Kabur Rp7,71 Triliun, BI Ungkap Tekanan di Awal 2026

Kekhawatiran Independensi Bank Sentral

Kabar ini datang di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap kredibilitas dan independensi BI, terutama ketika pemerintah mendorong kebijakan fiskal dan moneter agar lebih sejalan dengan agenda pertumbuhan ekonomi nasional.

Parlemen saat ini tengah membahas regulasi yang memungkinkan bank sentral berperan lebih aktif dalam mendorong pertumbuhan, sebuah arah kebijakan yang oleh sebagian pelaku pasar dinilai berpotensi mengaburkan garis pemisah antara stabilitas moneter dan kepentingan fiskal.

Sejumlah analis menilai, keterlibatan figur yang dekat dengan pusat kekuasaan dapat menimbulkan persepsi risiko, meski belum tentu berdampak langsung terhadap kebijakan BI dalam jangka pendek.

Pasar Menunggu Kepastian

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Istana maupun Bank Indonesia terkait kabar nominasi tersebut. Pelaku pasar disebut masih menunggu kejelasan apakah langkah ini akan benar-benar diajukan ke DPR atau sekadar wacana awal.

Dalam jangka pendek, fokus investor diperkirakan tetap tertuju pada arah kebijakan suku bunga BI dan stabilitas Rupiah. Namun, dalam jangka menengah, isu tata kelola dan independensi bank sentral berpotensi menjadi faktor yang memengaruhi persepsi risiko Indonesia di mata global.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City