Pilkada Jakarta 2024 Cuma 1 Putaran, Jika…

Penetapan hasil rekapitulasi suara pilkada jakarta 2024
(instagram @kpu_dki)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pilkada Jakarta 2024 yang diperebutkan tiga pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur saat ini berlangsung sengit. Lalu, akankah Pilkada Jakarta 2024 ini terjadi 2 putaran atau selesai hanya 1 putaran?

Jakarta adalah pengecualian, menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang dapat menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hingga dua putaran.

Ketentuan dua putaran di Pilkada Jakarta tersebut berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

UU 29 Tahun 2007 menyebutkan, jika tidak ada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang memperoleh suara lebih dari 50 persen, maka Pilkada Jakarta akan dilanjutkan ke putaran kedua.

Ketentuan tersebut berbeda dengan 544 provinsi lainnya di Indonesia yang dipastikan hanya menggelar Pilkada 1 putaran meskipun tidak ada pasangan calon yang memperoleh lebih dari 50 persen suara.

Hal tersebut mengacu pada UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi UU (UU Pilkada).

Dalam peraturan UU tersebut, dijelaskan bahwa pemenang Pilkada akan ditentukan oleh pasangan calon dengan perolehan suara paling banyak.

Pilkada Jakarta cuma satu putaran apabila…

Syarat satu putaran di Pilkada Jakarta mengacu pada pasal 11 ayat (1) UU Nomor 29 Tahun 2007. Pilkada Jakarta bisa satu putaran asalkan salah satu pasangan calon dari tiga kandidat yang maju mendulang suara lebih dari 50 persen.

Adapun pada Pilkada Jakarta 2024 ini ada 3 kandidat yang ikut kontestasi, yaitu pasangan Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardhana, dan Pramono Anung-Rano Karno.

Apabila, satu dari pasangan tersebut mendapat perolehan suara lebih dari 50 persen, maka paslon bersangkutanlah pemenangnya, Pilkada Jakarta hanya berlangsung satu putaran.

Sebaliknya, sebagaimana disebutkan Pasal 11 ayat (2) UU Nomor 29 Tahun 2007, apabila tidak ada pasangan calon yang meraih suara lebih dari 50 persen, maka akan dilakukan pemungutan suara lagi. Dengan kata lain, Pilkada Jakarta berlangsung dua putaran.

Apabila terjadi dua putaran, lalu pasangan mana yang akan kembali bertarung? Berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2007, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang kembali bertarung adalah pasangan yang memperoleh suara terbanyak pertama dan suara terbanyak kedua pada putaran pertama.

Ketentuan tersebut tetap berlaku bagi Jakarta meskipunn suatu saat sudah tidak lagi berstatus sebagai Ibu Kota Negara Indonesia, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 10 UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang disahkan pada 25 April 2024.

Hasil Quick Count Pilkada Jakarta 2024

Hasil hitung cepat dari Exit Poll Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) untuk Pilkada DKI Jakarta pada Rabu pukul 18.16 WIB, mencatat pasangan nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno, unggul sementara dengan 51,01 persen suara.

Posisi kedua ditempati pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono, dengan perolehan suara 38,83 persen, . Sementara pasangan nomor 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana berada di posisi buncit dengan angka 10,16 persen.

Peneliti SMRC Ezha Fachriza di Jakarta, Rabu, mengatakan, keunggulan Pramono-Rano tercatat hampir merata di seluruh wilayah administrasi Jakarta, dari Jakarta Barat, Pusat, Utara, Selatan, hingga Kepulauan Seribu.

“Kondisi ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya yang memperlihatkan perpecahan wilayah,” ujar Ezha, mengutip Antara.

Ezha juga menyebut salah satu faktor kunci keberhasilan pasangan ini adalah dukungan terbuka dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang memiliki tingkat kepuasan kerja tinggi di mata warga Jakarta.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil exit poll terhadap 600 responden dari 300 TPS di Jakarta, popularitas dan kesukaan terhadap figur Rano Karno juga berperan besar dalam menguatkan elektabilitas pasangan ini.

“Rano Karno, dengan latar belakang sebagai selebritas dan politisi, memiliki daya tarik yang kuat, khususnya di kalangan generasi millennial dan (baby) boomers. Hal ini menambah kepercayaan publik terhadap pasangan Pramono-Rano,” ujarnya.

 

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Oman: Ujian Perdana John Herdman di GBK, Garuda Bidik Hasil Positif
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara