BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza cukup senang dengan performa impresif timnya di awal kompetisi Super League 2025/26. Mauricio Souza harus angkat topi demi mengapresiasi kinerja anak asuhnya tersebut.
Tiga kemenangan dan satu hasil imbang, disebut Mauricio Souza sebagai awal yang meyakinkan. Namun, ia masih belum merasa puas karena sebenarnya potensi Persija masih sangatlah besar dari yang terlihat di lapangan.
Salah satu potensi yang belum terlihat ialah performa Gustavo Franca dan Bruno Tubarão. Mauricio menilai, keduanya masih belum bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Saya pribadi merasa puas dengan kontribusi mereka di lapangan. Namun, saya memahami bahwa setiap pemain memiliki tingkat adaptasi yang berbeda. Mereka pun menyadari hal itu, karena memang sudah menjadi tanggung jawab mereka,” kata Mauricio dalam laman resmi klub.
Baca Juga:
Gustavo Almeida Rindukan Gemuruh Stadion Saat Persija Berlaga
Fabio Calonego Manfaatkan Jeda Kompetisi Demi Prestasi Persija
Juru taktik asal Brasil itu optimis seluruh anak didiknya memiliki tekad untuk selalu tampil di level terbaiknya. Karena itu, ia akan memberikan ruang bagi para pemain untuk menyesuaikan diri.
“Mereka harus tampil baik. Saya percaya dengan kualitas para pemain yang saya miliki. Mereka adalah pemain berkualitas yang bermain untuk tim. Harapan saya, mereka datang ke sini dan mampu menjalankan tugasnya dengan performa terbaik,” jelasnya.
Ia pun tak akan menekan para pemainnya untuk mempercepat proses adaptasi yang dilakukan anak asuhnya. Terlebih ia percaya, adaptasi yang berjalan secara natural akan lebih kokoh ketimbang terus menerus ditekan demi mempercepat proses tersebut.
“Karena itu, kami harus bersabar, mengingat ada pemain yang membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi,” tutur Mauricio lagi.
Sejatinya, Franca memiliki peran penting di tubuh Macan Kemayoran. Berposisi sebagai gelandang, ia mencatatkan statistik cukup apik, yakni delapan tembakan dan satu gol.
Sementara Bruno, yang baru dua kali tampil, ditugaskan untuk mengkreasi serangan dari sisi sayap. Pergerakannya yang eksplosif membuatnya mampu membongkar pertahanan lawan lewat aksi individu. (RF/_Usk)











