BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan sekolah swasta tetap menjadi bagian penting ekosistem pendidikan kota, sekaligus memperkuat pendidikan karakter bagi peserta didik.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengatakan keberadaan sekolah swasta sangat vital mengingat dari total kuota 36.666 siswa tingkat SD, hanya sekitar 24.000 yang tertampung di sekolah negeri. Sisanya banyak memilih jalur pendidikan alternatif seperti pesantren dan sekolah swasta.
“Sekolah swasta harus tetap hidup, tidak boleh dibiarkan mati,” tegas Erwin, Sabtu (9/8/2025).
Pemkot Bandung telah mengklasifikasikan sekolah swasta menjadi empat tipe (A–D) dan memberikan dukungan khusus untuk tipe C dan D, terutama dari sisi pembiayaan dan kesejahteraan guru.
Kelompok siswa Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) juga akan lebih diarahkan masuk ke sekolah swasta agar akses pendidikan merata.
Baca Juga:
Link Live Streaming Timnas Voli Putri Indonesia vs Vietnam SEA V League 2025, Selain Yalla Shoot
Dedi Mulyadi Digugat Sekolah Swasta Malah Bahagia, Klaim Selamatkan Putus Sekolah
Erwin berpesan kepada para kepala sekolah untuk memimpin dengan integritas dan keikhlasan.
“Kepala sekolah itu bukan sekadar jabatan administratif. Ibu bapak semua adalah pemimpin pembentuk generasi berilmu. Niatkan waktu dan tenaga yang diberikan sebagai sedekah dan amal jariyah,” ucapnya
Erwin juga meminta permasalahan seperti penahanan ijazah atau kendala administrasi diselesaikan lewat jalur komunikasi langsung dengan Dinas Pendidikan.
“Kalau ada kendala, bicarakan dulu dengan dinas. Kalau tidak selesai, saya siap bantu. Jangan tunggu viral dulu baru cari solusi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengungkapkan berbagai inovasi penguatan karakter siswa.
Salah satunya adalah uji coba program bersama TNI dan Polri di empat SMP negeri, setiap Jumat, yang melibatkan psikolog dan aparat untuk membina mental dan wawasan kebangsaan.
“Kami integrasikan materi wawasan kebangsaan dalam PPKn. Harapannya, siswa bukan hanya pintar, tapi juga tangguh secara mental dan sosial,” ujar Asep.
Disdik juga memperkuat muatan lokal seperti pelajaran kesundaan, kaulinan barudak, dan pendidikan lingkungan hidup untuk menanamkan nilai budaya, kemandirian, dan tanggung jawab sejak dini.
Dalam waktu dekat, Pemkot Bandung akan menerbitkan surat edaran untuk menyelaraskan visi dan program antara sekolah negeri dan swasta, terutama terkait penguatan karakter, pencegahan kekerasan, dan wawasan kebangsaan. Pertemuan rutin dengan kepala sekolah swasta dan madrasah akan digelar setiap tiga bulan sekali. (Kyy/_Usk)






