Pasca Tragedi Jarah Rumah, Uya Kuya Hipnotis Diri Sendiri Demi Atasi Trauma

uya kuya trauma
(YouTube Denny Sumargo)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Anggota DPR sekaligus entertainer, Uya Kuya, akhirnya memecah keheningan mengenai tragedi penjarahan rumahnya yang dipicu oleh fitnah “hoaks” di media sosial. Uya Kuya mengaku trauma pasca tragedi penjarahan rumahnya.

Dalam podcast bersama Denny Sumargo yang diunggah Senin (3/11/25). Uya Kuya mengungkapkan bahwa serangan informasi yang ia terima bersifat Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM), yang menargetkan dirinya setelah video jogetnya di Gedung DPR dipelintir.

Uya Kuya menjelaskan bahwa video joget tersebut terjadi di akhir acara resmi namun disunting oleh pihak tak bertanggung jawab dan ditambahkan narasi palsu yang menuduhnya “merayakan kenaikan gaji Rp100 juta di atas penderitaan rakyat”, padahal ia menegaskan bahwa tidak ada kenaikan gaji dan video itu adalah hasil manipulasi.

Uya mengaku mengalami trauma hebat hingga tangannya terlihat gemetar saat bercerita, terutama saat ia memutuskan untuk pasrah ketika massa menjebol rumahnya. Di momen kritis tersebut, ia hanya bisa memegang tangan sang istri, Astrid, dan berkata: “Ikhlas, kita ikhlas.”

Uya Kuya menyebut kerugian yang dideritanya cukup besar, termasuk hilangnya grand piano dan 13 piala penghargaan, serta tiga dari 23 ekor kucingnya yang belum ditemukan.

Meski demikian, Uya bersikeras menempuh jalur hukum bagi pelaku dewasa, sembari menerapkan restorative justice untuk seorang ibu yang berniat mengembalikan barang curiannya, karena ia ingin proses hukum menjadi pembelajaran.

Ia juga menanggapi rasa haru publik atas kebaikan pengusaha Jusuf Hamka, yang secara pribadi menjemput dan menyembunyikannya selama seminggu untuk menjamin keselamatannya.

BACA JUGA

Jusuf Hamka Jadi Penyelamat Uya Kuya Saat Rumahnya Dijarah

Deretan Artis DPR RI Nonaktif Disidang MKD, Dari Nafa Urbach, Uya Kuya hingga Eko Patrio

Uya Kuya kini telah melakukan hipnotis diri sendiri sebagai bagian dari proses self-healing untuk mengatasi trauma yag dialaminya.

Uya Kuya juga menegaskan kembali niat tulusnya masuk DPR yang murni untuk kemanusiaan, melanjutkan kegiatannya membantu PMI/TKI yang sudah ia lakukan bertahun-tahun, bukan untuk mencari materi.

Ia berharap bisa segera disidang kode etik di DPR agar dapat membuktikan semua fitnah tersebut tidak benar, sekaligus menjadi pembelajaran berharga bagi dirinya untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di usianya yang menginjak 50 tahun.

(Siesiliana HD/Magang UNLA/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara