Ono Surono Soal Pemakzulan KDM: Sampaikan Faktanya Dulu

pemakzulan KDM
(doc. Gesuri)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono memberikan pendapatnya soal rencana Serikat Para Pekerja Pariwisata Jabar (SP3JB) mengajukan pemakzulan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi alias Demul melalui DPRD Jabar.

Ono mengatakan larangan studi tur yang dituangkan dalam Surat Edaran merupakan kewenangan Demul sebagai Gubernur.

Dia mengungkap alasan dikeluarkan surat edaran tersebut karena tidak ingin memberatkan orang tua siswa.

Di sisi lain, dampak dari Surat Edaran tersebut para pekerja pariwisata bisa menjadi korban terkait dengan ekonomi yang berputar di sektor tersebut.

“Saya sih berharap teman-teman pekerja pariwisata plus hotel bisa menyampaikan data terlebih dahulu berapa kerugian mereka, faktanya harus disajikan,” kata Ono, Selasa (26/8/2025).

Ono menuturkan data yang ia harapkan dari para pekerja sektor pariwisata bisa meliputi data perusahaan bus yang menjual kendaraannya akibat SE itu.

Kemudian soal dampak pekerja yang dirumahkan serta penurunan okupansi hotel dan omzet penurunan industri kuliner.

“Nah, data-data itu harus benar-benar dibuat dengan baik supaya pemerintah juga tahu. Untuk DPRD paling tidak kita pun sama kita mengharapkan ada informasi yang lengkap juga ditujukan kepada DPRD sehingga kalau itu dilakukan, paling tidak DPRD bisa merespon itu dengan mendiskusikan ini kepada OPD yang bersangkutan, misalnya dinas pariwisata, dinas pendidikan bahkan misalnya langsung dengan gubernur,” jelasnya.

Baca Juga:

Serikat Pekerja Pariwisata Usul Pemakzulan KDM ke DPRD Jabar

Kasus Pesta Pernikahan Maut Anak KDM, EO Jadi Sasaran!

Disinggung usulan pemakzulan Demul, Ono mengatakan hal tersebut tidak serta merta bisa langsung dilakukan. Pasalnya ia sendiri tidak mendapati adanya kesalahan yang dilakukan oleh Demul.

“Sebenarnya kalau dari sisi pasal-pasal yang berkaitan dengan pemakzulan kan tidak ada aturan yang dilanggar,” katanya.

“Daripada bicara pemakzulan mendingan teman-teman menyampaikan kondisi real yang ada karena persepsi, persepsinya kan berbeda sama sekali kan, dua sisi yang berbeda. Gubernur sikapnya tidak mau memperatkan orang tua di sisi lain pekerja (pariwisata) juga banyak yang bangkrut, banyak yang rugi kan gitu, nah ini tidak akan ketemu-ketemu,” sambungnya.

Ono pun berencana akan menggelar audiensi bersama SP3JB dan DPRD, untuk membahas permasalahan tersebut. Ono menyebut surat audiensi pun telah diterima oleh Ketua DPRD.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026