Nelayan RI Sugiyanto di Korsel Diangkat Jadi Duta Pekerja Migran

Nelayan RI Sugiyanto di Korsel Diangkat Jadi Duta Pekerja Migran
Nelayan Indonesia di Korsel, Sugianto (Tangkapan layar dari laman Yonhap/difoto oleh Son Dae-seong)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Abdul Kadir Karding, melakukan panggilan video dengan Sugiyanto dan menyampaikan akan memberikan sejumlah penghargaan dari Pemerintah Indonesia kepada Sugiyanto Nelayan Indonesia yang berhasil menyelamatkan warga Korea Selatan saat tragedi kebakaran lahan.

Abdul Kadir menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Indonesia atas tindakan heroik Sugiyanto yang viral tersebut. Politisi PKB itu juga berbincang dengan Sugiyanto, mulai dari kabar, lama bekerja di Korea, hingga kronologi kejadian, dan respons warga setempat.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mas Sugiyanto. Insyallah, Pemerintah Indonesia akan memberikan penghargaan sebagai bentuk penghormatan, yang akan disampaikan melalui keluarganya di Indramayu,” tulis Abdul Kadir.

BACA JUGA:

Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan yang Hilang di Perairan Sayang Heulang Kabupaten Garut

Pagar Laut Ilegal Dihapus, Lalu Bagaimana Nasib Para Nelayan Selanjutnya?

“Kami juga tengah mengupayakan agar Mas Sugiyanto bisa mendapatkan visa F-2, yakni visa residensi jangka panjang di Korea Selatan. Selain itu, kami akan mengangkatnya sebagai Duta Pekerja Migran Indonesia,” lanjutnya.

Abdul Kadir menyebut pengangkatan Sugiyanto menjadi duta ini dilakukan agar bisa menjadi edukasi dan contoh yang patut ditiru oleh para pekerja migran asal Indonesia lainnya.

Siapa Sugiyanto?

Sugiyanto merupakan seorang WNI yang bekerja di Korea Selatan yang membantu evakuasi lansia dari kebakaran hutan lahan (karhutla) di Yeongdeok.

Kebakaran di Uiseong pada 25 Maret 2025 malam lalu merembet ke desa pesisir tempat Sugiyanto tinggal. Tanpa pikir panjang, ia membantu evakuasi warga berusia lanjut.

Sugiyanto bersama Yoo Myung-sin, kepala komunitas nelayan desa, berlari dari rumah ke rumah, membangunkan warga dan meminta mereka mengevakuasi diri. Sementara agar cepat, para lansia digendong ke titik evakuasi.

“Jika bukan karena dia, kami semua pasti sudah meninggal,” kenang seorang warga berusia 90 tahun.

Berkat aksinya, semua warga desa selamat dari kebakaran. Hal itu yang kemudian membuat Nama Sugiyanto kini tengah jadi buah bibir warga Korea Selatan.

Sugiyanto bekerja sebagai nelayan di desa pesisir Chuksan-myeon. Bekerja sejak delapan tahun lalu, ia mengantongi visa kerja. Keluarganya tinggal di Indonesia dan ia hanya bisa pulang setiap tiga tahun sekali.

(Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City