Musim Dividen Interim Tiba, Simak Cara Manfaatkan Fasilitas Pajaknya!

Ilustrasi
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Halo para Sobat Investor! Saatnya bersiap untuk cek cuan di rekening, mengingat di penghujung tahun ini, setidaknya sudah terdapat 5 (lima) emiten yang telah mengumumkan jadwal cumulative date (cum date) pembagian dividen interim.

Cumulative date (cum date) adalah tanggal terakhir investor bisa membeli saham untuk mendapatkan hak dividen. Setelah tanggal ini, investor tidak bisa lagi mendapatkan dividen yang dibagikan.

Sementara dividen interim merupakan sebuah mekanisme pemberian dividen yang diberikan dalam kurun waktu sebelum pembukuan keuangan perusahaan ditutup atau masih dalam tahun berjalan.

Nampaknya tren ini menjadi momen yang tepat buat investor untuk mengingat kembali seperti apa ketentuan fasilitas perpajakan atas perolehan penghasilan berupa dividen tersebut agar para investor semakin cuan.

Objek Pajak Dividen

Pasal 4 Ayat 1 huruf g Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 menyebutkan bahwa objek pajak penghasilan termasuk dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi.

Bagian dari laba atau pendapatan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham dan besarnya disahkan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), selanjutnya disebut sebagai dividen.

Periode pembagian dividen biasanya bertepatan pada akhir tahun pembukuan perusahaan (dividen final).
Namun ada juga pembagian dividen yang dilakukan sebelum akhir tahun buku perusahaan yang disebut dividen interim.

Kedua mekanisme ini bisa digunakan secara bersamaan dalam satu tahun. Jadi, investor dapat menerima dividen sebanyak dua kali. Meskipun ada juga perusahaan yang hanya menggunakan mekanisme dividen final.

Nah, berdasarkan ketentuan UU PPh tersebut, ketika investor memiliki tambahan kemampuan ekonomi, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia, serta dapat digunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan investor, dengan nama maupun bentuk apapun tergolong sebagai objek pajak, termasuk penghasilan dari dividen.

Meskipun demikian, Sobat Investor tidak perlu khawatir karena tidak semua dividen dikenakan pajak.

BACA JUGA: Masuk Tahap Praimplemntasi, Wajib Pajak Dapat Login ke Coretax DJP

Dividen Tidak Kena Pajak

Aturan terkait penghasilan dividen yang dikecualikan dari pengenaan Pajak Penghasilan sebenarnya telah dapat dimanfaatkan Wajib Pajak sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, kemudian diatur lebih tegas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan beserta aturan turunannnya, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 18 Tahun 2021.

Beberapa catatan yang perlu dipahami tekait aturan tersebut di antaranya:

Pertama, yang perlu dipahami adalah tidak semua dividen dapat dikecualikan sebagai objek Pajak Penghasilan (PPh). Hanya dividen yang diinvestasikan kembali (reinvestasi) di Indonesia dalam jangka waktu paling singkat 3 (tiga) Tahun Pajak sejak dividen diperoleh. Dividen tersebut dapat diinvestasi ke dalam instrumen investasi di pasar keuangan maupun di luar pasar keuangan sebagaimana diatur dalam Pasal 10 PP Nomor 55 Tahun 2022.

Kedua, Wajib Pajak menyampaikan laporan realisasi investasi dimaksud paling lambat akhir bulan ketiga setelah Tahun Pajak diperoleh dividen bagi Wajib Pajak orang pribadi atau akhir bulan keempat setelah Tahun Pajak diterima diperoleh bagi Wajib Pajak badan. Sederhananya, laporan realisasi investasi dapat dilaporkan bersamaan dengan pelaporan SPT PPh Tahunan. Laporan realisasi investasi dapat diakses melalui www.pajak.go.id di menu eReporting Investasi.

Ketiga, Wajib Pajak juga harus tetap melaporkan penghasilan berupa dividen dimaksud dalam SPT PPh Tahunan dalam kolom Penghasilan Lainnya yang Tidak Termasuk Objek Pajak.

Keempat, adapun konsekuensi apabila Wajib Pajak penerima dividen tidak memenuhi ketentuan investasi dan pelaporan realisasi investasi, maka perolehan atas dividen dimaksud terutang PPh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Yuk Sobat Investor, manfaatkan fasilitas perpajakan atas cuan dividennya! Tapi, jangan lupa untuk laporkan realisasi investasi serta SPT PPh Tahunan ya! Salam Cuan Selalu!

 

Ditulis oleh Devi Ambarita, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City