Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H pada 20 Maret 2026

idulfitri 2026 muhammadiyah
Ilustrasi. (dok. Muhammadiyah)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026).

Keputusan tersebut didasarkan pada hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang menetapkan penggunaan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai dasar penentuan awal bulan hijriah.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas, menjelaskan bahwa penentuan awal Syawal dilakukan dengan merujuk pada parameter astronomis global sesuai konsep KHGT.

“Penetapan awal bulan Syawal 1447 H dilakukan dengan merujuk pada Keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT),” ujar Hamim dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).

Menggunakan Sistem Kalender Hijriah Global Tunggal

Dalam sistem KHGT, seluruh wilayah di dunia dipandang sebagai satu kesatuan matlak atau wilayah penentuan awal bulan.

Dengan konsep tersebut, awal bulan hijriah dapat dimulai secara serentak di seluruh dunia apabila kriteria astronomis tertentu telah terpenuhi.

Bulan baru dinyatakan dimulai apabila di salah satu wilayah dunia sebelum pukul 24.00 UTC telah memenuhi syarat:

  • Elongasi bulan minimal 8 derajat
  • Tinggi hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam

Data Astronomi Penentuan 1 Syawal

Berdasarkan data astronomi, ijtima (konjungsi bulan) terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC.

Pada saat itu, parameter KHGT dinyatakan telah terpenuhi di sejumlah wilayah dunia, termasuk di Makkah, Arab Saudi.

Di wilayah tersebut, tinggi bulan tercatat lebih dari 6 derajat dengan elongasi melampaui 8 derajat, sehingga memenuhi syarat awal bulan baru.

“Dengan demikian, berdasarkan data astronomis yang memenuhi kriteria KHGT yaitu adanya wilayah di dunia yang mengalami elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam sebelum pukul 24.00 UTC, maka ditetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M,” jelas Hamim.

Baca Juga:

Idul Fitri 1447 H Diprediksi Tak Serempak, Kemenag Tunggu Sidang Isbat

ESDM: Harga Pertalite Tetap, Stok BBM Aman Jelang Idul Fitri

Muhammadiyah menilai penerapan KHGT sebagai langkah strategis untuk menyatukan sistem kalender hijriah di tingkat global.

Menurut Hamim, penerapan sistem tersebut merupakan bagian dari upaya panjang untuk menghadirkan keseragaman dalam penentuan kalender Islam di seluruh dunia.

“Implementasi KHGT adalah upaya pelunasan hutang peradaban Islam yang telah berusia empat belas abad,” kata Hamim.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Haul Akbar Pesantren Cipasung
Ribuan Alumni Siap Hadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Berita Lainnya

1

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara