Momen Haru UFC 318: Islam Makhachev Beri Penghormatan Tulus untuk Dustin Poirier

Nov 12, 2022; New York, NY, USA; Dustin Poirier (red gloves) defeats Michael Chandler (blue gloves) during UFC 281 at Madison Square Garden. Mandatory Credit: Jessica Alcheh-USA TODAY Sports
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di tengah gemuruh Oktagon UFC 318, sebuah momen emosional tercipta bukan dari pukulan atau submission, melainkan dari penghormatan tulus antar dua petarung.

Islam Makhachev, juara bertahan kelas ringan UFC, menyampaikan pujian menyentuh untuk rivalnya, Dustin Poirier, yang resmi menutup lembaran panjang karier profesionalnya di UFC.

Poirier, 36 tahun, menelan kekalahan angka mutlak dari Max Holloway dalam duel lima ronde di T-Mobile Arena, Las Vegas, Minggu (20/7) WIB.

Laga itu sekaligus menjadi penampilan terakhir The Diamond di pentas MMA profesional setelah 15 tahun mewarnai dunia tarung bebas dengan total rekor 30 kemenangan, 10 kekalahan, dan 0 hasil imbang.

Mengetahui keputusan Poirier gantung sarung tangan, Makhachev mengunggah foto pertarungan mereka berdua di UFC 289 tahun lalu. Tak hanya itu, ia juga menuliskan pesan penuh respek di platform X (sebelumnya Twitter):

“Selamat, Dustin. Anda benar-benar salah satu petarung terbaik yang pernah naik arena. Sungguh sebuah kebanggaan dan keistimewaan bisa berbagi arena dengan Anda,” tulisnya.

Ucapan itu mengalir dari seorang juara yang pernah bertarung mati-matian melawan Poirier, mengisyaratkan bahwa rivalitas di atas kanvas tak pernah menghapus rasa hormat di luar arena.

Baca Juga:

UFC 318 Jadi Laga Terakhir Dustin Poirier

Sepanjang kariernya, Poirier dikenal sebagai petarung petarung sejati, menjatuhkan lawan lewat KO sebanyak 15 kali dan tak pernah menyerah meski gagal meraih sabuk juara.

Namanya tercatat dalam daftar pertarungan klasik UFC bersama nama-nama besar seperti Conor McGregor, Justin Gaethje, Khabib Nurmagomedov, dan tentu saja Makhachev.

Laga terakhirnya kontra Holloway juga merupakan rematch dari duel mereka di UFC 143 tahun 2012. Jika dulu Poirier menang lewat submission, maka kali ini Holloway membalas dendam dengan kemenangan angka mutlak.

Poirier mungkin tak pernah mengenakan sabuk emas UFC di pinggangnya, tapi semangat, dedikasi, dan gaya bertarung tanpa kompromi membuatnya layak disebut legenda.

Dan saat sesama petarung sekelas Makhachev memberi penghormatan, dunia tahu, dalam seni bela diri campuran, kemenangan sejati bukan sekadar sabuk, melainkan warisan yang ditinggalkan di hati para penggemar dan rival.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City