UFC 318 Jadi Laga Terakhir Dustin Poirier

Nov 12, 2022; New York, NY, USA; Dustin Poirier (red gloves) defeats Michael Chandler (blue gloves) during UFC 281 at Madison Square Garden. Mandatory Credit: Jessica Alcheh-USA TODAY Sports
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dustin Poirier, salah satu petarung paling dihormati di UFC, akan mengakhiri kariernya dalam laga penuh emosi melawan Max Holloway di ajang UFC 318 yang digelar Sabtu malam waktu AS (Minggu pagi WIB).

Meski tak pernah menggenggam sabuk juara dunia secara resmi, Poirier telah meninggalkan jejak yang dalam di dunia MMA, terutama lewat trilogi ikoniknya melawan Conor McGregor.

The Diamond, julukan Poirier pernah menghadapi petarung-petarung elite dalam satu dekade terakhir, dari Khabib Nurmagomedov, Charles Oliveira, Justin Gaethje, hingga Islam Makhachev.

Namun, bagi sang manajer Rob Roveta, pertarungan melawan McGregor menjadi titik balik emosional dan mental yang paling dalam.

“Saya pikir itulah pertarungan paling spesial dalam kariernya,” ujar Roveta kepada MMA Junkie.

“Tantangan terbesar bukan hanya fisik, tetapi menghadapi seseorang yang sudah bertahun-tahun bicara buruk tentangnya,” sambungnya.

Baca Juga:

Poirier dan McGregor bertarung tiga kali. Pertama pada 2014 saat Poirier kalah TKO. Namun tujuh tahun kemudian, ia membalikkan cerita: menang KO di pertarungan kedua dan dinyatakan menang dalam laga ketiga setelah cedera mengakhiri duel McGregor lebih cepat.

Yang menarik, menurut Roveta, bukan kemenangan itu sendiri, melainkan bagaimana Poirier tetap bertarung meskipun tidak diuntungkan secara finansial.

“Penawaran saat itu sebenarnya tidak menguntungkan kami. Tapi justru itulah yang membuat Dustin semakin kuat secara mental. Banyak orang berpikir ia dapat banyak uang karena melawan superstar, padahal secara ekonomi tak seperti yang dibayangkan,” jelas Roveta.

Kini, Poirier menutup lembaran kariernya bukan dengan sabuk, tapi dengan warisan:,ketabahan, kerja keras, dan konsistensi menghadapi siapa pun tanpa pamrih.

Dalam dunia di mana banyak petarung menilai kesuksesan dari jumlah sabuk dan kontrak, Poirier membuktikan bahwa keteguhan hati bisa jadi prestasi tertinggi.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City
WhatsApp Image 2026-08-10 at 18.25
Wali Kota Bandung Titip Pesan Kebangsaan kepada Paskibraka, Bukan Sekadar Baris-Berbaris