JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pertarungan kelas terbang Muay Thai yang sarat ledakan dipastikan tersaji di ajang One Fight Night 39. Johan Ghazali akan berhadapan dengan Sean Climaco dalam duel yang menjanjikan adu keras tanpa kompromi, laga yang digadang-gadang sebagai sajian wajib tonton bagi penggemar striking.
Pertemuan dua petarung agresif ini akan menjadi bagian dari debut perdana One Championship di jam primetime Amerika Serikat pada 2026. Duel Ghazali vs Climaco dijadwalkan berlangsung di Lumpinee Stadium, Bangkok, pada Sabtu (24/1/2026).
Johan Ghazali: Bakat Muda, Daya Ledak Mematikan
Johan Ghazali kembali naik ring setelah melewati periode penuh dinamika sepanjang 2025. Petarung berdarah Malaysia-Amerika itu sebelumnya tampil impresif dengan catatan enam kemenangan dari tujuh pertarungan, termasuk dua knockout kilat di bawah satu menit saat menghadapi Edgar Tabares dan Padetsuk Fairtex.
Namun, momentum tersebut sempat terhenti ketika Ghazali menelan dua kekalahan beruntun. Pada ajang One 170 Januari 2025, ia harus mengakui keunggulan Johan Estupinan lewat keputusan mutlak. Kekalahan berikutnya datang pada Juni 2025 saat ia tumbang tipis lewat penilaian juri melawan Diego Paez.
Alih-alih tenggelam, kekalahan itu justru membentuk versi baru dari petarung berusia 19 tahun tersebut. Pada One Fight Night 35 September 2025, Ghazali tampil buas dan menuntaskan Zakaria El Jamari hanya dalam satu ronde.
Yang menarik, kemenangan itu tak datang semata lewat tinju keras andalannya. Ghazali menunjukkan perkembangan signifikan dengan memaksimalkan variasi serangan, termasuk penggunaan sikut tajam yang menjadi penutup laga. Transformasi ini menegaskan bahwa Jojo—sapaan akrabnya—bukan lagi sekadar petarung bertenaga besar, tetapi juga semakin matang secara teknis.
Sean Climaco: Agresif, Pantang Mundur
Di sisi lain, Sean Climaco datang dengan motivasi besar untuk kembali ke jalur kemenangan. Petarung berdarah Filipina-Amerika itu memang kalah dalam dua dari tiga laga terakhirnya, namun performanya tetap menyisakan ancaman nyata.
Climaco mengawali kariernya di One Championship dengan manis. Pada debutnya di One Fight Night 22, ia langsung mencuri perhatian dengan kemenangan knockout lewat pukulan ke tubuh Josue Cruz pada ronde pertama.
Meski kemudian harus menelan kekalahan dari Akif Guluzada dan Johan Estupinan, petarung asal Amerika Serikat berusia 31 tahun itu tetap tampil agresif dan berani bertukar serangan. Gaya bertarungnya yang menekan dan gemar membuka duel terbuka membuat setiap pertarungannya selalu menarik disimak.
Baca Juga:
Islam Makhachev Abaikan Voting Fans UFC, Tetap Ngotot Kejar Kamaru Usman
McGregor Incar Sabuk Welter UFC Islam Makhachev, Targetkan Triple Crown!
Duel Gaya vs Duel Mental
Pertemuan Ghazali dan Climaco bisa dibilang sebagai bentrokan dua karakter serupa: sama-sama agresif, sama-sama siap beradu pukulan, dan sama-sama lapar kemenangan. Kombinasi ini hampir memastikan laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak bel pertama berbunyi.
Bagi Ghazali, kemenangan akan memperpanjang momentum kebangkitannya dan menegaskan statusnya sebagai salah satu prospek paling berbahaya di divisi kelas terbang Muay Thai. Sementara bagi Climaco, laga ini adalah kesempatan emas untuk membalikkan keadaan dan kembali mencuri perhatian di panggung besar.
Dengan gaya tanding yang saling bertabrakan, duel ini nyaris mustahil berakhir membosankan. Januari nanti, Lumpinee Stadium akan menjadi saksi benturan keras dua petarung yang sama-sama tak mengenal kata mundur.
Jadwal & Live Streaming
Ajang One Fight Night 39 akan digelar pada Sabtu (24/1/2026). Pertandingan dapat disaksikan secara gratis melalui platform resmi One Championship, yakni Vidio, YouTube One Championship, dan Facebook One Championship.











