Menteri PPPA Dorong Perlindungan Hak Anak dalam Kasus Pembakaran Pesantren di Aceh

Menteri PPPA Anak Pembakaran Pesantren di Aceh
Ilustrasi (AI Meta)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDA ACEH, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan bahwa hak santri anak yang menjadi tersangka kasus pembakaran pesantren di Aceh harus dipenuhi, seperti mendapatkan pendampingan hingga sekolahnya selama proses hukum berjalan.

“Iya, pasti pendampingan secara psikologis (anak tersangka kasus pembakaran pesantren). Dan dari Dinas P3A (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) itu akan melakukan pendampingan,” kata Menteri Arifah Fauzi, di Banda Aceh, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Arifah Fauzi menjawab pertanyaan awak media usai melaksanakan rapat koordinasi program ruang bersama Indonesia antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota se Aceh, di kantor Gubernur Aceh, di Banda Aceh.

Baca Juga:

Longsor Terjang Pondok Pesantren di Bandung Barat, Santriwati Tewas Tertimbun

Berkas Kasus Penganiayaan Santri di Malang Lengkap, Tersangka Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Sebelumnya, kebakaran melanda asrama putra pondok pesantren Babul Maghfirah yang dipimpin Tgk Masrul Aidi di kawasan Gampong (desa) Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (31/10) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB

Kemudian, Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap terduga pelaku pembakaran asrama dayah (pesantren) Babul Maghfirah tersebut, tersangka merupakan santri setempat yang diduga kerap menerima bullying dari sejumlah temannya dengan perkataan ‘tolol’.

Arifah menyampaikan, terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, tetap harus diberikan hak nya, selain pendampingan psikologi juga hak untuk mendapatkan pendidikan.

“Dari beberapa kasus yang kami tangani, ketika ada seorang anak yang berhadapan dengan hukum, kami harus menjamin haknya tetap terpenuhi. Misalkan sekolah secara online. Jadi ini adalah proses yang harus kita jaga bersama-sama,” ujarnya.

Mengenai bullying, kata Arifah, sebenarnya bukan hanya di Aceh saja, terjadi hampir di semua daerah. Maka, perlu perhatian bersama kenapa hal ini terjadi. Bisa jadi disebabkan faktor pola asuh.

Menurutnya, pola asuh yang tidak komplit atau sempurna yang diterima oleh anak-anak, membuat ada kekosongan yang tidak terisi. Sehingga anak-anak bertindak secara psikologis tidak matang.

“Kemudian dia berpindah ke tempat lain dan mengalami bullying. Dan dia tidak punya ketahanan secara psikologis bagaimana dia bisa menahan secara emosional. Sehingga dia bertindak cepat, sepihak. Itu mungkin yang melegakan hatinya,” katanya.

“Permasalahan ini tentunya menjadi catatan bersama. Bahwa sesungguhnya perlindungan dan pengasuhan terhadap anak-anak harus menjadi fokus utama saat ini,” ungkapnya.

(usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026