JAKARTA, TEROPONGEMDIA.ID — Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menggelar pertemuan penting di Pentagon pada Senin (13/4/2026) waktu setempat.
Dalam agenda tersebut, kedua negara resmi menandatangani Major Defense Cooperation Partnership atau Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama.
Kesepakatan ini menjadi tonggak baru hubungan strategis Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang kini menjadi pusat perhatian geopolitik global.
Fokus pada Perdamaian dan Stabilitas Kawasan
Perjanjian baru ini dirancang sebagai kerangka kerja untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral antara Indonesia dan AS. Tujuan utamanya adalah menjaga perdamaian, memperkuat keamanan regional, serta meningkatkan daya tangkal di kawasan.
Pete Hegseth menyebut kunjungan delegasi Indonesia menunjukkan pentingnya hubungan kedua negara yang terus berkembang.
“Hubungan keamanan kita dengan Indonesia terus aktif, berkembang, dan semakin kuat,” kata Hegseth.
Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia dan AS saat ini telah melaksanakan lebih dari 170 latihan militer bersama setiap tahun.
Sjafrie Tegaskan Hubungan Jangka Panjang
Dalam pernyataan singkatnya, Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan Indonesia datang dengan semangat besar untuk terus memperdalam kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat.
“Kami hadir sebagai delegasi Indonesia dengan antusiasme yang sangat besar untuk terus mengembangkan hubungan pertahanan kita,” ujar Sjafrie.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut dibangun atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan demi kepentingan nasional masing-masing negara.
Tiga Pilar Utama Kesepakatan
Kemitraan pertahanan baru ini dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu:
1. Organisasi Militer dan Pembangunan Kapasitas
Fokus pada penguatan struktur militer, peningkatan kemampuan personel, serta modernisasi pertahanan.
2. Pelatihan dan Pendidikan Militer Profesional
Mendorong pertukaran pengetahuan, pendidikan militer, serta peningkatan profesionalisme prajurit.
3. Latihan dan Kerja Sama Operasional
Memperbanyak latihan gabungan dan kolaborasi lapangan antarangkatan bersenjata kedua negara.
Buka Jalan Teknologi Pertahanan Modern
Selain tiga pilar utama, kedua negara juga akan menjajaki berbagai inisiatif mutakhir, antara lain:
- Pengembangan kemampuan asimetris canggih
- Teknologi pertahanan generasi berikutnya
- Sistem maritim dan bawah laut
- Sistem otonom modern
- Pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul alutsista
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan operasional militer kedua negara.
Baca Juga:
Didampingi Bahlil, Prabowo ke Rusia Bertemu Vladimir Putin Demi Amankan Pasokan Minyak
Latihan Pasukan Khusus Ditingkatkan
Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia dan AS juga sepakat meningkatkan pelatihan gabungan pasukan khusus. Program ini diharapkan dapat mempererat hubungan militer serta meningkatkan kemampuan taktis di lapangan.
Bagi Indonesia, kerja sama ini penting untuk memperkuat kemampuan pertahanan tanpa kehilangan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Sementara bagi AS, Indonesia dipandang sebagai mitra penting di Asia Tenggara dalam menjaga keseimbangan kawasan Indo-Pasifik
(Dist)











