Mengenal Ponpes Al Khoziny Buduran, Salah Satu Ponpes Tertua di Jatim

ponpes sidoarjo ambruk-2
(facebook ponpes al khoziny)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny yang berlokasi di Jalan KHR Moh Abbas I/18, Desa Buduran, Sidoarjo, merupakan salah satu pesantren tertua di Jatim.

Ponpes yang juga dikenal sebagai Pesantren Buduran ini telah lama menjadi pusat pembinaan ulama dan melahirkan banyak tokoh penting agama.

Tradisi pengajaran yang konsisten, mulai dari pendidikan salaf yang menekankan pemahaman kitab kuning, hingga bimbingan langsung dari para kiai, membuat para santri tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga terbiasa meneladani nilai-nilai spiritual melalui lima tarekat utama.

Pada Senin 29 September 2025, bangunan musala di asrama putra ambruk. Reruntuhan tersebut menimpa sejumlah santri, dan 15 ambulans dikerahkan untuk evakuasi. Hingga saat ini, proses penyelamatan dan penanganan korban masih berlangsung.

Sejarah Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo

Melansir laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, nama Ponpes Al Khoziny diambil dari pendirinya, KH Raden Khozin Khoiruddin.

Pesantren ini lebih dikenal dengan sebutan Pesantren Buduran karena lokasinya di Desa Buduran. Sebelum mendirikan Ponpes Al Khoziny, Kiai Khozin mengasuh salah satu pondok pesantren di Siwalan Panji.

Awalnya, pondok di Buduran dibuat untuk kediaman putranya, KH Moch Abbas, yang baru kembali dari menuntut ilmu di Makkah selama kurang lebih sepuluh tahun.

Kedatangan KH Moch Abbas disambut baik masyarakat setempat, sehingga pondok ini berkembang menjadi pesantren. KH Moch Abbas meneruskan amanat Kiai Khozin, termasuk mengadakan khataman tafsir Jalalain, hingga pesantren semakin dikenal luas.

Meski beberapa sumber menyebut pondok ini berdiri pada 1927, Kiai Salam Mujib, pengasuh Pesantren Buduran saat ini, menyatakan pesantren telah ada sekitar tahun 1915-1920 Masehi.

Perkiraan ini didasarkan pada catatan santri pertama KH Moch Abbas dan cerita tutur yang diterima Kiai Salam Mujib dari alumni sepuh.

Dalam perjalanannya, Ponpes Al Khoziny menjadi tempat menimba ilmu bagi banyak santri, yang kemudian menjadi ulama penting di Indonesia.

Beberapa ulama yang pernah menimba ilmu di pondok ini, di antaranya KH M Hasyim Asy’ari (Tebuireng, Jombang).

Lalu, ada KH Abd Wahab Hasbullah (Tambakberas, Jombang), KH Umar (Jember), KH Nawawi (Pendiri Pesantren Ma’had Arriyadl, Kediri), hingga KH Usman Al Ishaqi (Alfitrah Kedinding, Surabaya), dan sejumlah ulama lainnya.

Perkembangan dari Masa ke Masa

Perkembangan Ponpes Al Khoziny memegang ciri khas sebagai pondok salaf. Pada awalnya, pondok ini hanya mengajarkan pendidikan salaf dengan tingkatan Ula, Wustho, dan Ulya, di mana setiap santri mempelajari kitab kuning sesuai tingkatan. Materi dasar yang dipelajari meliputi Tauhid, Fiqih, Nahwu, dan Tafsir.

Seiring berjalannya waktu, pondok ini mulai mengembangkan pendidikan formal, yang sudah dimulai sejak masa kepemimpinan KH Moch Abbas.

Baca Juga:

26 Santri Korban Reruntuhan Bangunan Ponpes di Sidoarjo Masih Dirawat Intesif

91 Korban Masih Tertimbun Bangunan Pondok Pesantren di Sidoarjo

Beberapa jenjang pendidikan yang didirikan saat itu, antara lain sebagai berikut, seperti dilansir Facebook Wahid Foundation.

  • 1964: Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI), kemudian menjadi Madrasah Tsanawiah Al Khoziny
  • 1970: Sekolah Menengah Atas Islam (SMAI), diubah menjadi Madrasah Aliyah Al Khoziny
  • 1970: Sekolah Persiapan A dan B, menjadi Madrasah Ibtidaiyah Al Khoziny
    Setelah wafatnya KH Moch Abbas pada 1978, kepemimpinan pesantren dilanjutkan putranya, KH Abdul Mujib Abbas. Di bawah pengasuhannya, pondok terus berkembang, termasuk pendirian pendidikan tinggi berikut.
  • 1982: Sekolah Tinggi Diniyah
  • 1993: ST Diniyah diformalisasi menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ). Kini berubah menjadi Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian
IMG-20260721-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Lantik Empat Organisasi Pelajar, Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan