Menteri PU Akui Mayoritas Pesantren di Indonesia Belum Miliki Izin Bangunan

Pesantren Belum Mengantongi Izin PBG
Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur dinilai bisa menjadi contoh baik soal perizinan dan kualitas bangunan (Wikmidia)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri PU Dody Hanggodo menyebut, mayoritas pesantren di Indonesia belum mengantongi izin persetujuan pembangunan gedung (PBG). Ia mengungkapkan, data ponpes yang memiliki izin PBG hanya 51 dari sekitar 42 ribu yang tersebar di Indonesia.

“Sebagian besar enggak berizin. (Pesantren) yang te-record di sistem PBG kita hanya 51 yang berizin,” kata Dody di Kementerian PU dikutip Rabu (8/10/2025)..

Dody menambahkan, pihaknya akan mengecek langsung semua bangunan ponpes di Indonesia. Pihaknya akan membantu pengurusan izinnya.

Ia menjelaskan, masalah minimnya pesantren yang memiliki izin PBG karena terlalu menganggap enteng. Padahal, menurutnya, izin ini penting untuk memastikan kelayakan dan keamanan bangunan.

Baca Juga:

10 Korban Masih Tertimbun, BNPB: Pesantren Ambruk Sidoarjo Musibah Terparah Sepanjang 2025

Viral! Korban Pondok Pesantren Al Khonziny Sholat Diunggah Cak Imin, Disemprot Netizen

“Ya mungkin karena pesantren itu kan suka dari santri untuk santri, jadi mereka menganggap nggak perlu izin. Padahal izin itu untuk meyakinkan bahwa yang dibangun itu sesuai dengan normanya, kualitas kolom, kualitas struktur, dan seterusnya,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, banyak juga ponpes yang letaknya jauh dari perkotaan. Hal ini membuat kesadaran membuat PBG masih minim.

“Pengurusan izin PBG ya saya pikir juga begitu, karena biasanya kan urusan PBG, IMB, itu kan hanya di kota besar ya. Di kota yang kecil-kecil mungkin mereka nggak terlalu aware soal itu,” katanya.

Dody menyebut, Pesantren Tebuireng di Jawa Timur jadi contoh baik soal perizinan dan kualitas bangunannya. Tak hanya soal pendidikannya, Tebuireng juga punya bangunan modern.

“Kayak Tebuireng itu kan bagus-bagus, memang ada pondok pesantren yang sangat modern. Nah, itu memang bagus dan ada ya tapi itu hanya sebagian kecil, sebagian besarnya kan sangat terbatas,” ujarnya.

MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini banyak mendapat apresiasi dari berbagai pihak. 

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro menyebut, MBG hadir karena Presiden memiliki visi jangka panjang sebagai seorang negarawan. Bawono menilai, MBG mencerminkan kepedulian Presiden terhadap generasi penerus bangsa agar memiliki kecukupan nutrisi sejak dini. (usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025