JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo masih menjadi sorotan. Atas insiden itu, sedikitnya memakan korban jiwa mencapai 39 orang, sementara sejumlah korban lain masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Namun di tengah duka mendalam yang menyelimuti, beredar sebuah video viral yang memperlihatkan para korban yang mengalami luka-luka tetap menjalankan ibadah sholat meski masih terbaring di ranjang perawatan dengan jarum infus menempel di tangan mereka.
Video itu diunggah langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), melalui akun pribadinya di platform X. Hingga Minggu (5/10/2025), video itu telah ditonton lebih dari 77,4 ribu kali.
Dalam unggahannya, Cak Imin menyertakan keterangan singkat yang menyentuh hati.
“Di balik musibah masih (ada) pelajaran yang bisa diambil dari didikan pondok,” tulisnya.
Unggahan tersebut kemudian ramai dibagikan dan mendapat berbagai tanggapan dari publik.
Dalam video berdurasi singkat itu, tampak para santri korban selamat menjalankan ibadah dengan penuh khusyuk. Mereka melakukan tayamum, yaitu wudhu dengan debu, menggunakan dinding rumah sakit sebagai media.
BACA JUGA:
Imbas Tragedi Sidoarjo, DPR Minta Bangunan Pesantren Seluruh Indonesia Diaudit!
Terlihat jelas bagaimana para korban menempelkan telapak tangan ke tembok, lalu mengusapkannya ke wajah sebagai pengganti air. Setelah itu, beberapa di antara mereka melaksanakan sholat di atas ranjang rumah sakit dengan gerakan terbatas namun tetap penuh ketenangan dan keikhlasan.
Momen tersebut menggambarkan keteguhan iman dan disiplin spiritual para santri meskipun sedang berada dalam kondisi sulit.
Melalui unggahan itu, Cak Imin menyampaikan pesan moral yang mendalam tentang pentingnya nilai keagamaan di tengah musibah besar.
“Pondok pesantren mungkin gagal membangun pondasi bangunan, tapi tidak gagal membangun pondasi agama bagi anak-anak santri,” tulisnya.
“Kalau bukan hasil didikan kiai dan ustaz, lalu ini hasil didikan siapa? Para orang tua sanggupkah mendidik anak seperti ini?,” tambahnya
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi cerminan kuatnya pendidikan spiritual di pesantren, yang tetap tertanam dalam diri para santri bahkan di situasi terberat sekalipun.
Pernyataan Cak Imin itu kemudian menuai beragam reaksi dari netizen. Sebagian mengapresiasi pandangan spiritualnya, namun tak sedikit pula yang menilai ucapannya kurang tepat karena dianggap mengalihkan fokus dari akar masalah tragedi.
“Gak ada hubungannya antara kepatuhan dalam menjalankan praktik beragama dengan kelalaian dalam membangun gedung. Itu anak gak bakal menderita di rumah sakit dan yang lain masih bisa hidup dan beraktivitas kalau bukan karena kesalahan pemimpin ponpes yang bangun gedung gak pakai otak,” tulis akun @Le**.
Komentar serupa juga datang dari akun lain yang menyoroti aspek tanggung jawab hukum atas tragedi tersebut.
“Jangan menggeser substansi masalah. Tragedi yang terjadi di pondok pesantren tersebut adalah kesalahan konstruksi yang berakibat fatal. Jadi, harus diusut sampai tuntas dan pondok pesantren harus bertanggung jawab kepada keluarga santri yang menjadi korban, khususnya yang meninggal dunia,” ujar @Ch**.
(Saepul)











