Mabes TNI Buka Suara Terkait Beredarnya Instruksi Status Siaga 1

panglima TNI perang
Pasukan Kostrad. (dok. Penkostrad)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) memberikan penjelasan mengenai informasi yang beredar di masyarakat terkait penetapan status Siaga 1. Hal ini menyusul tersebarnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang menginstruksikan kesiapsiagaan penuh di seluruh jajaran TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan bahwa TNI memiliki kewajiban utama untuk menjaga kedaulatan negara dan melindungi masyarakat dari segala bentuk ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

“TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” kata Aulia, dikutip dari Antara, Minggu (8/3/2026).

Meski tidak memberikan jawaban gamblang saat dikonfirmasi ulang mengenai kebenaran spesifik status “Siaga 1” tersebut, Brigjen Aulia menyebutkan bahwa apel rutin dan pemeriksaan kesiapan pasukan merupakan bagian dari upaya memperkuat pertahanan negara.

Baca Juga:

Panglima TNI Ungkap Ancaman Perang, Kostrad Diminta Siaga!

Prabowo Kirim 8 Ribu Prajurit TNI ke Gaza, MUI Ingatkan Jebakan Agenda AS dan Israel!

Berdasarkan informasi yang beredar, instruksi tersebut diduga kuat berkaitan dengan meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Beberapa poin utama dalam instruksi tersebut di antaranya meliputi:

  • Pengerahan Personel & Alutsista: Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) diminta menyiagakan pasukan dan alat utama sistem persenjataan.
  • Patroli Objek Vital: Peningkatan pengamanan di titik-titik strategis seperti bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, terminal bus, hingga fasilitas penting seperti kantor PLN.
  • Sentra Ekonomi: Pengamanan ketat di pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan TNI dalam memastikan stabilitas keamanan nasional tetap terjaga di tengah situasi global yang tidak menentu.

TNI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan keamanan negara kepada institusi resmi, sementara TNI terus melakukan pemantauan dan pengamanan ketat di berbagai sektor strategis.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City