Longsor Purwakarta, Tol Cipularang Aman? Ini Penjelasan Jasa Marga

penyebab gerakan Tanah purwakarta
(Instagram BPBD Purwakarta)
-

Tidak ada video disisipkan.

PURWAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Publik dibuat khawatir dengan isu soal ancaman keamanan ruas jalan Tol Cipularang terkait bencana longsor di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang terjadi beberapa terakhir ini.

PT Jasa Marga menyatakan bencana longsor atau tanah bergerak di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani Purwakarta ini tidak mengancam operasional jalan Tol Cipularang.

Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna, menegaskan ruas tol tersebut tetap aman dilalui.

“Berdasarkan pengamatan udara tim pemeliharaan kami, lokasi tanah bergerak terdekat berjarak sekitar 1 kilometer dari badan Tol Cipularang,” jelas Agni, mengutip Antara, Selasa (17/6/2025).

Dia menambahkan arah pergerakan tanah menuju utara sehingga tidak bersinggungan langsung dengan jalan tol.

Meski begitu, Agni menyatakan pihaknya akan melakukan kajian lebih mendalam guna mencegah dampak yang tidak diinginkan.

Jasa Marga melalui perwakilannya terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, dan Dinas Pekerjaan Umum untuk memantau potensi bencana susulan.

“Jasa Marga menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta akan melakukan berbagai upaya antisipasi untuk mencegah kerusakan pada jalan tol,” tegas Agni.

Bencana tanah bergerak tersebut telah menyebabkan kerusakan signifikan di permukiman warga. Dampak bencana juga memaksa pemindahan puluhan makam keluarga di Kampung Cigintung.

BACA JUGA

206 Korban Longsor Purwakarta Mendapat Bantuan, Disalurkan 2 Tahap

Warga Pasirmunjul Purwakarta Diimbau Waspada, Longsor Susulan Mengintai di Tengah Curah Hujan Tinggi

Laporan sementara mencatat puluhan bangunan rusak, termasuk puluhan rumah mengalami kerusakan berat, disertai kerusakan pada satu fasilitas umum dan satu tempat ibadah.

Menurut data BPBD Purwakarta, pergerakan tanah yang terjadi pada 11-14 Juni 2025 telah menjalar sejauh 20 meter dari titik awal dengan penambahan jarak setiap 10 menit.

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat bencana serupa telah berulang kali terjadi di lokasi yang secara morfologi berupa perbukitan dengan kemiringan curam itu sejak April 2025.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026