Lebih dari Sekadar Sapaan, Akhmad Marjuki Sebut Tegur Sapa Kunci Ketahanan Sosial di Bekasi

-

Tidak ada video disisipkan.

BEKASI, TEROPONGMEDIA.ID – Di tengah gempuran arus digitalisasi yang membuat masyarakat cenderung individualis, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Akhmad Marjuki, melontarkan sebuah pesan sederhana namun mendalam mengenai pentingnya budaya bertegur sapa.

Bagi Marjuki, tegur sapa bukan sekadar basa-basi sosial, melainkan instrumen penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan lingkungan di wilayah yang heterogen seperti Kabupaten Bekasi.

Pesan ini ia sampaikan dalam berbagai kesempatan bertemu warga, menekankan bahwa kekuatan sebuah daerah dimulai dari kehangatan interaksi antar-tetangganya.

Membenteng Masyarakat dari Konflik dan Radikalisme

Marjuki menjelaskan bahwa budaya saling menyapa adalah deteksi dini paling efektif terhadap potensi gangguan keamanan. Di pemukiman yang penduduknya saling mengenal dan bertegur sapa, ruang bagi pelaku kejahatan atau penyebaran paham radikal akan menjadi sempit karena adanya kepedulian antar-warga.

“Jangan sampai kita tinggal bertahun-tahun tapi tidak kenal siapa sebelah rumah kita. Tegur sapa itu membuka pintu komunikasi. Kalau komunikasi sudah terbuka, rasa memiliki terhadap lingkungan akan tumbuh. Itulah benteng terkuat kita melawan potensi konflik sosial,” ujar Akhmad Marjuki.

Mengikis Sekat di Wilayah Urban

Sebagai tokoh yang sangat memahami dinamika Kabupaten Bekasi dengan ribuan pendatangnya, Marjuki melihat bahwa tegur sapa adalah jembatan yang menyatukan perbedaan suku, agama, dan latar belakang ekonomi. Di wilayah industri yang sibuk, interaksi kecil di depan rumah atau di pos ronda menjadi sangat krusial.

Poin-poin penting yang ditekankan Marjuki terkait budaya ini antara lain:

Kemanusiaan di Atas Segalanya: Mengingatkan kembali bahwa di atas segala perbedaan politik dan status, kita adalah mahluk sosial.

Kesehatan Mental: Interaksi sosial sederhana terbukti dapat menurunkan tingkat stres warga di tengah hiruk-pikuk pekerjaan.

Solidaritas Saat Musibah: Warga yang rajin bertegur sapa cenderung lebih cepat bahu-membahu saat ada tetangga yang mengalami kesulitan atau terkena musibah.

Politik yang Menghargai Adat Istiadat

Gaya kepemimpinan Marjuki yang dikenal rendah hati (humble) sejalan dengan pesan yang ia sampaikan. Ia meyakini bahwa pembangunan fisik di Jawa Barat harus dibarengi dengan pembangunan karakter masyarakat yang religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur ketimuran.

“Kita boleh maju secara teknologi dan ekonomi, tapi jangan sampai kehilangan jati diri sebagai bangsa yang ramah. Tegur sapa adalah warisan leluhur yang harus kita hidupkan kembali demi Jawa Barat yang lebih harmonis,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City