MOJOKERTO, TEROPONGMEDIA.ID — Kasus pembunuhan disertai mutilasi seorang perempuan berinisial TAS (25) asal Lamongan berhasil diungkap Satreskrim Polres Mojokerto.
Pelaku yang ditangkap pada Minggu (7/9/2025) dini hari adalah Alvi Maulana alias AM (24), suami dari korban di serumah di sebuah kamar kos di kawasan Lidah Wetan, Surabaya. Diketahui, TAS merupakan istri siri dari AM.
Kasus terungkap berawal dari laporan warga bernama Suliswanto (30) yang menemukan potongan telapak kaki kiri manusia di semak-semak Dusun Pacet Selatan, Mojokerto, Sabtu (6/9) sekitar pukul 10.30 WIB.
Tim polisi yang diterjunkan ke lokasi kemudian melakukan penyisiran dan berhasil menemukan total 65 potongan tubuh korban yang tersebar dengan jarak 50 hingga 100 meter.
Proses identifikasi dipercepat dengan bantuan anjing pelacak dari Polda Jatim yang berhasil menemukan potongan telapak tangan kanan korban.
Melalui sistem Mambis, polisi berhasil mengidentifikasi korban sebagai TAS pada pukul 19.00 WIB. Hanya dalam 14 jam setelah identitas korban terungkap, AM berhasil ditangkap di kamar kosnya pada pukul 01.00 WIB.
Pelaku sempat melawan sehingga kedua betisnya terkena timah panas saat penangkapan. Penggeledahan di kamar kos berlantai dua tersebut mengungkap temuan mengerikan.
Polisi menemukan 239 pecahan tulang korban yang dibungkus dalam dua kantong plastik hitam, tersembunyi di balik laci lemari. Ukuran pecahan tulang bervariasi dari 0,5×2 cm hingga 11,5×2 cm, termasuk 22 buah gigi korban.
BACA JUGA
Pelaku Mutilasi Mojokerto Ternyata Mantan Jagal Hewan, Ditemukan 76 Potongan Tubuh di TKP
Potongan Kaki Gegerkan Ternate, Polisi Pastikan Bukan Kasus Mutilasi
Berdasarkan pemeriksaan sementara, AM diduga membunuh TAS pada Minggu (31/8) sekitar pukul 02.00 WIB dengan menusuk leher kanan korban menggunakan pisau dapur.
Setelah korban tewas, pelaku yang merupakan lulusan informatika Universitas Trunojoyo Madura ini memutilasi jasad korban di kamar mandi lantai satu.
Motif pembunuhan dengan cara mutilasi di Mojokerto ini diduga akibat masalah ekonomi yang memicu percekcokan antara keduanya.
(Aak)











